• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Oktober 15, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Realitas Perempuan di Gaza Palestina

by Adara Relief International
April 8, 2019
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Realitas Perempuan di Gaza Palestina
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh Qamar Taha.

Selama dua tahun terakhir, saya mengenal puluhan perempuan luar biasa dari Jalur Gaza; wirausahawan, kreatif, perempuan sosial yang berhasil membangun karier mengesankan terlepas dari banyaknya kesulitan dan hambatan kehidupan yang mereka alami dari pengepungan Israel.

Mariam Abu-Ata, sang ahli arsitektur. Setelah bertahun-tahun gagal mendapatkan pekerjaan, dia sempat mempertimbangkan untuk pindah ke negara lain. Namun pada akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di Gaza dan aktif berkiprah di komunitasnya. Sekarang Maryam mengelola proyek dan pengembangan di Aisha Association for Women and Child Protection. Hanan Khashan, lulusan ilmu komputer. Bekerja selama dua tahun di bidangnya sebelum mengikuti mimpinya dan beralih ke pemasaran digital. Dia mengembangkan sebuah proyek yang bertujuan untuk mempromosikan kiprah wanita di bidang tersebut, dan berencana memperluas bisnisnya ke negara-negara Arab lainnya. Fathieh Timraz adalah seorang seniman. Ketika pasangannya meninggal tiga tahun lalu, meninggalkannya dengan dua anak kecil, dia memulai bisnis menjual barang-barang yang dia ukir dari kayu.

Baca Juga

Hati yang Tetap Memberi di Tengah Remuknya Kehilangan – Laporan Program Dekap Yatim Palestina Bulan Juli

Israel Buka Tender Permukiman Ilegal di Al-Quds bagian Timur

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, pada tahun 2018, 29,4 persen perempuan di Gaza berpartisipasi dalam angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran di kalangan perempuan mencapai 74,6 persen. Untuk perempuan berusia antara 15 hingga 29 tahun, tingkat pengangguran bahkan lebih tinggi, yaitu 88,1 persen. Meskipun ada peningkatan jumlah perempuan yang bekerja sebagai buruh selama setahun terakhir, masih banyak bidang yang lebih mengutamakan laki-laki. Dalam kedokteran misalnya, ada 13,3 persen perempuan, sementara itu sekitar 59,2 persen dan 47,8 persen bekerja di bidang farmasi dan keperawatan. Persentase perempuan yang bekerja di bidang hukum adalah 23,4 persen. Di bidang pertanian, jumlahnya 6,5 persen. Sekitar dua pertiga perempuan bekerja di sektor swasta, dan tingkat kemiskinan di kalangan perempuan mencapai 53,8 persen.

Berikut adalah beberapa faktor yang menjelaskan kemunculan angka-angka ini: kondisi sosial, kehancuran ekonomi, kurangnya stabilitas di Perbatasan Rafah dengan Mesir, perpecahan politik internal dalam politik Palestina, namun sebagian besar penyebabnya adalah blokade Israel. Faktor-faktor ini memiliki efek langsung dan signifikan pada kehidupan perempuan, serta akses mereka ke angkatan kerja. Karena kekurangan pekerjaan, banyak perempuan dipaksa untuk bekerja di luar bidang spesialisasi mereka, dan pekerjaan di luar Jalur Gaza sangat jarang dibutuhkan.

Ada peningkatan persentase perempuan yang menjadi kepala rumah tangga di Gaza. Di tahun 2007 presentase mencapai 7% sedangkan saat ini meningkat menjadi 9,4%. Kenaikan ini juga dapat dikaitkan dengan perang dan serangan lanjutan di Gaza, yang mengakibatkan banyak suami-suami yang berstatus kepala rumah tangga yang gugur. Sehingga mengakibatkan tingginya presentase perempuan janda di Gaza yakni mencapai 4,5%.

Berdasarkan data dari Komite Urusan Sipil Palestina, pada tahun 2018, persentase perempuan yang menerima izin keluar dari Israel mencapai 30 persen – kurang dari sepertiga izin resmi. Perempuan hanya memegang 3 persen dari izin wirausaha, yang memberikan akses pintu keluar dan masuk ke pembisnis yang menjual barang ke dan dari Gaza. Sebagian besar bisnis milik wanita adalah bisnis kecil-kecilan, yang mana penjualan mereka tidak memenuhi kriteria Israel. Beginilah cara mereka membuat perempuan menderita, dari membatasi perjalanan, hingga blokade secara langsung yang memengaruhi peluang kerja dan mata pencaharian mereka.

Sejak tahun 2000, Israel melarang siswa-siswa dari Gaza berkuliah di universitas-universitas yang terletak di Tepi Barat. Seandainya mereka bisa belajar di sana, yang berjarak hanya beberapa jam dari rumah mereka, warga Gaza akan memiliki kesempatan yang jauh lebih terdidik dan profesional. Kebijakan Israel ini, bertujuan untuk memutus hubungan warga Palestina yang tinggal di wilayah yang terpisah secara fisik, memisahkan suami dari istrinya, orang tua dari anak-anaknya, dan mengganggu kehidupan keluarga. Pindah dari Jalur Gaza ke Tepi Barat bisa dikatakan merupakan hal yang mustahil.

Blokade Israel juga memiliki dampak kesehatan pada wanita. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2018, 11.759 izin diajukan untuk pasien wanita yang mencari perawatan medis yang tidak tersedia di Gaza. Dari jumlah tersebut, 7.651 izin disahkan, 740 ditolak, dan 3.368 diabaikan. Mengenai pendamping pasien yang sebagian besar adalah perempuan, 19.396 izin telah diajukan, yang mana 10.546 diberikan, 1.724 ditolak, 7.126 dibiarkan tidak tertangani pada waktunya untuk mendapatkan perawatan yang efektif. Kegagalan respon ini merupakan bentuk ketidakhormatan pada kehidupan pasien, yang membutuhkan perawatan segera. Penderitaan semakin bertambah ketika mempertimbangkan kondisi kehidupan yang serba sulit di Gaza, termasuk infrastruktur yang bobrok, kekurangan listrik, dan sistem sanitasi dan kesehatan yang buruk.

Sumber: http://afropalforum.com/Afropalnew/2019/03/08/being-a-woman-in-gaza/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Miris!! Limbah Baterai Ancam Nyawa Penduduk Gaza

Next Post

Lagi! Israel Akan Hancurkan 8 Rumah Warga Palestina

Adara Relief International

Related Posts

International

Adara Palestine Situation Report 108

by Adara Relief International
September 16, 2026
0
11

Adara Palestine Situation Report adalah dokumen ringkas dan faktual yang menyajikan perkembangan terbaru mengenai situasi kemanusiaan di Palestina. Laporan ini...

Read moreDetails
Adara Hadir dalam Diskusi dan Pameran: Towards Palestinian Liberation

Adara Hadir dalam Diskusi dan Pameran: Towards Palestinian Liberation

Agustus 27, 2026
41
Hati yang Tetap Memberi di Tengah Remuknya Kehilangan – Laporan Program Dekap Yatim Palestina Bulan Juli

Hati yang Tetap Memberi di Tengah Remuknya Kehilangan – Laporan Program Dekap Yatim Palestina Bulan Juli

Agustus 20, 2026
153
Israel Buka Tender Permukiman Ilegal di Al-Quds bagian Timur

Israel Buka Tender Permukiman Ilegal di Al-Quds bagian Timur

Agustus 20, 2026
30
Serikat Jurnalis Palestina: 4.127 Pelanggaran Terjadi Sejak Oktober 2023

Serikat Jurnalis Palestina: 4.127 Pelanggaran Terjadi Sejak Oktober 2023

Juli 21, 2026
15
why palestine

Buku Seri “Why Palestine”

Mei 8, 2026
41
Next Post
Lagi! Israel Akan Hancurkan 8 Rumah Warga Palestina

Lagi! Israel Akan Hancurkan 8 Rumah Warga Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Ketika Luka Sesama Adalah Luka Kita: Upaya Menyatukan Kepingan Ukhuwah Melalui Kepedulian

    Ketika Luka Sesama Adalah Luka Kita: Upaya Menyatukan Kepingan Ukhuwah Melalui Kepedulian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bagaimana Al-Qur’an Membangun Cara Pandang Islam terhadap Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Kemanusiaan Batch Dua Sahabat Adara Tiba di Nusa Tenggara Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630