Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) menyatakan bahwa ratusan ribu warga Palestina di Kota Gaza terpaksa kembali mengungsi akibat serangan Israel. Namun, wilayah tengah dan selatan Gaza, khususnya daerah al-Mawasi, sudah tidak memiliki ruang untuk menampung lebih banyak pengungsi.
“Tidak ada lagi tempat kosong maupun aman untuk menampung para pengungsi,” kata GMO dalam pernyataannya. Tenda-tenda darurat kini terpaksa didirikan di sepanjang jalan yang tidak aman, dalam kondisi yang jauh dari layak.
GMO menambahkan bahwa tentara pendudukan Israel terus menghalangi masuknya tenda bantuan ke Gaza. Sementara itu, stok tenda yang tersisa di pasar dijual dengan harga sangat tinggi, membuat banyak warga tidak memiliki tempat berlindung dari cuaca buruk.
Situasi ini, menurut GMO, merupakan bagian dari “taktik sistematis” Israel yang didukung pemerintahan AS. GMO menyerukan tindakan segera dari komunitas internasional untuk melindungi penduduk Gaza.
Sumber:
GMO: No empty or safe spaces for civilians displaced from Gaza City








