Jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary melaporkan langsung dari Gaza, “Kita tahu bahwa ada delapan serangan udara yang sangat eksplosif terhadap tenda-tenda darurat yang menampung ribuan pengungsi Palestina,” lapornya. Badan Pertahanan Sipil juga telah berusaha berjam-jam untuk memadamkan api.
“Orang-orang memutuskan untuk mendirikan tenda di sana karena mereka pikir tempat itu aman, karena letaknya di samping ruang logistik UNRWA di Tal as-Sultan. Ini adalah tempat yang sangat ramai dan alasan mengapa seluruh tempat itu terbakar adalah karena tempat itu penuh dengan tenda yang terbuat dari plastik dan kain.” tambahnya. Ribuan anak-anak, perempuan dan keluarga memilih kawasan ini karena Israel mengklaim bahwa kawasan tersebut aman.
Dalam perintah evakuasi terakhir yang dikeluarkan tentara Israel, tiga blok dari wilayah tersebut ditetapkan sebagai wilayah aman sehingga orang-orang dievakuasi dari bagian timur Rafah ke bagian barat, menghindari serangan udara.
“Satu-satunya rumah sakit di Rafah hanya memiliki delapan tempat tidur dan tidak memiliki unit ICU, sehingga rumah sakit tersebut tidak mampu merawat semua korban luka parah.” tambah Hind.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








