Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Dirjen PHU), Hilman Latief mengatakan, tahun ini ada dua kelompok safari wukuf. Pertama, safari wukuf yang digelar Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), totalnya ada 238 jemaah haji yang memenuhi syarat secara kesehatan untuk disafariwukufkan.
“Kedua, safari wukuf yang digelar Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Ada 129 lansia dan berkebutuhan khusus yang sangat terbatas pergerakannya sehingga tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Hilman di Makkah, Sabtu (1/7).
Sebanyak 129 jamaah haji lanjut usia (lansia) dan berkebutuhan khusus tidak mampu melakukan wukuf secara mandiri. Mereka juga di luar kriteria yang disafariwukufkan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Peserta safari wukuf lansia dan berkebutuhan khusus ini adalah jemaah haji dengan kondisi kesehatan yang perlu perhatian khusus. Mereka umumnya membutuhkan bantuan dalam memenuhi keperluan pribadi, mulai dari makan, mandi, dan lainnya.
Oleh karena itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) membantu 129 jamaah haji untuk safari wukuf. Mereka mendapat pendampingan dari dokter dan perawat yang tergabung dalam tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), tim pembimbing ibadah, dan petugas layanan lansia.
Selama fase puncak haji, para jemaah lansia dan berkebutuhan khusus yang disafariwukufkan tinggal di lima hotel pada empat wilayah, yaitu Syisyah, Jarwal, Misfalah, dan Raudhah.
Hilman menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengupayakan agar jemaah haji lansia dan berkebutuhan khusus bisa dipulangkan lebih awal (tanazul) ke Tanah Air dengan mengisi kursi pesawat yang kosong saat pemulangan.
Hilman menambahkan, proses kepulangan jamaah haji gelombang pertama akan berlangsung mulai 4 Juli 2023 melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sementara penimbangan barang bagasi mulai dilakukan pada 2 Juli 2023. Untuk jamaah haji gelombang kedua, akan mulai diberangkatkan ke Madinah pada 10 Juli 2023.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








