Puluhan siswa dan guru pada Selasa pagi (1/3) menderita lemas akibat gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel di dekat sekolah-sekolah di kota Hebron, Tepi Barat selatan. Ia mengatakan bahwa pasukan Israel mengitari tiga sekolah, termasuk Sekolah Menengah Tareq Bin Ziad, di bagian selatan kota Hebron, mencoba memprovokasi siswa.
Pasukan pendudukan menembakkan tabung gas air mata ke arah kompleks sekolah, menyebabkan puluhan orang lemas karena menghirup gas air mata yang berlebihan. Paramedis merawat semua kasus di tempat kejadian.
Sekolah Tareq Bin Ziad adalah salah satu dari sembilan sekolah Palestina yang terletak di Hebron, yang berada di bawah kendali sipil dan militer Israel dan tetap paling berisiko terkena serangan. Setiap hari, anak-anak sekolah harus mengakses dua pos pemeriksaan militer untuk mengakses sekolah mereka.
Daerah yang menampung 32.000 warga Palestina ini dianggap paling rentan terhadap serangan pasukan Israel dan pemukim yang selalu terjadi untuk menciptakan iklim ketakutan dan teror yang konstan bagi siswa dan guru mereka. Hal tersebut menimbulkan tekanan dan kecemasan psikologis yang besar dan sangat mengurangi tingkat pencapaian pendidikan.
Serangan terhadap pendidikan oleh pasukan militer Israel dan pemukim Israel di Palestina merupakan pelanggaran berat terhadap hak anak atas pendidikan dan perkembangan. Serangan-serangan ini terutama terjadi di daerah-daerah paling rentan di Tepi Barat – Area C, H2, dan Al-Quds.
Sumber :
https://english.wafa.ps/Pages/Details/128237
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-hebron-students-deliberate-tear-gas-schools
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.







