Gerombolan pemukim ekstremis Zionis yang dikawal oleh polisi Israel menodai halaman Masjid Al-Aqsa pada Ahad (5/8) pagi dan sore harinya, di tengah pembatasan ketat terhadap masuknya jamaah Muslim ke tempat suci tersebut.
Menurut sumber setempat, puluhan pemukim memasuki Al-Aqsa dalam berbagai kelompok melalui Gerbang Maghariba dan menjelajahi halamannya.
Selama mereka berkeliling, para pemukim menerima ceramah dari para rabi tentang apa yang mereka sebut sebagai ‘Temple Mount’ dan sejumlah dari mereka secara provokatif melakukan ritual Talmud.
Sementara itu, polisi penjajahan Israel memberlakukan pembatasan pergerakan jamaah Muslim di pintu masuk dan gerbang Masjid Al-Aqsa, serta mencegah banyak dari mereka memasuki tempat suci tersebut.
Berdasarkan status quo, non-Muslim boleh mengunjungi Masjid Al-Aqsa tetapi tidak boleh beribadah. Namun, para pemukim kolonial Yahudi semakin menentang larangan tersebut, hal yang dianggap oleh warga Palestina sebagai provokasi serius, karena khawatir rezim pendudukan bermaksud mengambil alih tempat suci Islam tersebut.
Selain itu pada Jumat (2/8), polisi Israel juga menangkap Imam besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri yang berkhotbah dan melaksanakan salat Gaib untuk mendiang Ismail Haniyeh. Salah satu kerabat Syekh Sabri mengatakan kepada Anadolu bahwa petugas polisi Israel menyerbu rumahnya di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang dijajah, dan menangkapnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








