Puluhan pemukim Israel, yang didukung oleh pasukan, menyerbu situs arkeologi Sebastia di Nablus, Tepi Barat yang diduduki, pada Senin pagi (27/2). Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa puluhan pemukim kolonial Israel memaksa masuk ke situs di bawah perlindungan pasukan Israel.
Mereka juga menutup pintu masuk desa dan situs, mencegah orang Palestina untuk mengaksesnya, demi memberi ruang lebih luas bagi intrusi pemukim.
Sebastia adalah kota kuno berusia 3.000 tahun. Luasnya lebih dari 5.000 dunum [1.235 hektar] dan dihuni oleh 3.500 orang. Herodes Agung menamai kota itu Sebaste — artinya Augustus — untuk menghormati Kaisar Romawi Augustus Caesar. Kota yang terkenal dengan puluhan situs bersejarah dan situs arkeologi Romawi, terus-menerus menghadapi serangan oleh pemukim Israel dan pasukan Israel.
Para pemukim berulang kali menyerbu situs arkeologi Sebastia karena kegiatan arkeologi Israel di wilayah Palestina bertujuan untuk memperluas kebijakan perampasan tanah dan aset budaya warga Palestina.
Sumber :
https://qudsnen.co/dozens-israeli-settlers-storm-archeological-site-of-sebastia/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.







