Israel menangkap Wafaa, ibu dari 5 anak Palestina dari kota Shaqib Al-Salam, Negev, untuk menekan suaminya agar menghancurkan rumahnya. Musleh Abu Kafif, bersaksi bahwa Israel telah menangkap keponakannya, Wafaa Al-Azazma (24/7). Penangkapan ini berlangsung selama dua setengah jam dari pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB. Wafaa terpaksa meninggalkan kelima anaknya di rumah tanpa pendampingan dari orang dewasa. Sementara, anak pertamanya baru berusia 12 tahun.
Musleh mengatakan bahwa Israel menangkap Wafaa dengan dalih menginterogasinya. Kenyataannya, mereka hanya menanyakan tentang suami dan jumlah anak-anaknya. Israel mengklaim bahwa anak-anak yang ditinggalkan dalam pengawasan orang dewasa. Namun, Musleh menyatakan bahwa keponakannya sempat menelepon ayahnya sebelum penangkapan untuk menjaga anak-anaknya. Namun, polisi tidak menunggu sang ayah datang dan langsung menangkapnya lalu meninggalkan anak-anaknya sendirian di rumah.
Ayahnya tiba beberapa saat setelah penangkapan putrinya dan mendapati cucu-cucunya menangis ketakutan. Kemudian ia bergegas mengantarkan cucu-cucunya ke kantor polisi untuk melihat ibu mereka. Namun sesampainya di kantor polisi, mereka tidak berani turun dari kendaraan karena ketakutan.
Musleh menegaskan bahwa penangkapan Wafaa Al-Azazma adalah penculikan dan provokasi tidak manusiawi yang dilakukan oleh Israel.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







