Pejuang Gerakan Perlawanan Palestina yang dituding menyerang sebuah festival musik di Israel pada tanggal 7 Oktober dan menewaskan ratusan orang, kemungkinan besar tidak mengetahui acara tersebut, media Israel melaporkan dengan mengutip polisi dan sumber keamanan.
Menurut salinan laporan pertama polisi Israel mengenai serangan tersebut, yang diperoleh pekan ini oleh Channel 12 Israel, para pejuang Palestina awalnya bermaksud menyerang Kibbutz Re’im serta desa-desa lain di dekat perbatasan Gaza. Mereka baru mengetahui festival musik tersebut dengan drone dan dari udara saat melakukan terjun payung ke Israel.
Pada Sabtu ini, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa temuan peta lokasi pada jenazah anggota Gerakan Perlawanan Palestina yang terbunuh, tidak ada satu pun yang menunjukkan lokasi festival tersebut. Temuan tambahan yang mendukung penilaian tersebut, menurut Haaretz, adalah bahwa para Pejuang Palestina tidak mendekati festival tersebut dari arah perbatasan tetapi dari jalan raya terdekat. Selain itu, acara tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis dan Jumat, sementara acara hari Sabtu baru ditambahkan terakhir.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar pengunjung festival telah meninggalkan acara tersebut pada saat serangan dimulai. “Sebagian besar [orang-orang yang berada di acara tersebut] berhasil melarikan diri saat acara dibubarkan empat menit setelah serangan roket,” menurut sumber senior polisi yang dikutip oleh Haaretz.
Investigasi polisi juga menemukan bahwa sebuah helikopter militer Israel yang menembaki Pejuang Palestina juga mengenai orang-orang yang menghadiri festival tersebut. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan, Haaretz melaporkan. “Penyelidikan atas insiden tersebut mengungkapkan bahwa sebuah helikopter tempur [militer Israel] yang tiba di lokasi kejadian dari pangkalan Ramat David menembaki para teroris, tetapi tampaknya juga mengenai orang yang bersuka ria di sana,” laporan berita tersebut mengutip seorang pejabat polisi yang tidak disebutkan namanya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








