Polisi pendudukan Israel pada Sabtu (17/12) menghentikan pertunjukan musik rapper populer Palestina Tamer Nafar, dan mengklaim musik rap-nya sebagai “hasutan terhadap negara Israel”. Laporan lokal mengatakan bahwa polisi Israel menginterupsi Nafar dan meneriakinya untuk “turun” dari panggung saat membawakan lagu “Salam Ya Sahbi” di pasar Natal di Kafr Yasif, dekat kota Akko di Palestina yang diduduki pada 1948.
Nafar menolak untuk menurut dan memberitahu polisi bahwa dia belum menyelesaikan penampilannya. Petugas polisi kemudian berkata, “Turun atau aku akan menurunkanmu” yang dijawab Nafar, “Coba saja naik dan turunkan aku!” Ketika rapper tersebut turun dari panggung setelah menyelesaikan lagunya, sekitar 10 polisi mencoba menariknya keluar dari area tersebut, termasuk satu petugas yang menarik lehernya.
Beberapa penyelenggara dan anggota Dewan Kota Kafr Yasif kemudian menghadapi petugas. Dalam rekaman video yang diposting oleh Nafar di akun media sosial resminya, polisi tersebut berkata, “Dia [Nafar] menujukan lagunya untuk polisi. Rap-nya adalah hasutan terhadap negara Israel. Dia tidak akan melanjutkan acaranya. Seorang petugas akan tiba sebentar lagi untuk menutup seluruh pertunjukan.” Nafar mengatakan pertunjukan itu tetap berlanjut dalam sebuah pesan di akhir video, menambahkan “tidak ada yang akan menghentikan kami.”
Ini bukan pertama kalinya polisi Israel mencoba menutup pertunjukan Nafar dan membungkamnya. Rapper terkemuka dari Kota Lod yang merupakan anggota pendiri grup hip-hop pertama Palestina tersebut sering menjadi sasaran kritik sayap kanan di ‘Israel’ selama bertahun-tahun. Pada 2016, Menteri Kebudayaan Israel saat itu. Miri Regev, meninggalkan upacara Penghargaan Ophir ketika Nafar menyanyikan sebuah lagu yang berisi kata-kata dari penyair Palestina Mahmoud Darwish. Dia juga menuntut agar Walikota Haifa membatalkan partisipasi Nafar dalam Festival Film Haifa, dengan menuduh lirik-lirik lagu yang dibawakan Nafar sebagai upaya untuk melegitimasi “terorisme” dan merusak negara ‘Israel’.
Menyusul seruan oleh ekstremis Israel MK Itamar Ben-Gvir, Menteri Layanan Sosial Meir Cohen menghentikan kampanye promosi oleh sebuah organisasi yang memerangi kekerasan terhadap anak-anak yang juga menggandeng Nafar. Cohen memerintahkan penghapusan video lain, yang diproduksi Nafar dengan LSM Itach-Ma’aki – Lembaga Bantuan Hukum Perempuan untuk Keadilan Sosial yang mendorong perempuan untuk beralih ke pusat bantuan kekerasan seksual.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








