Pesawat tempur Israel secara sengaja menargetkan tenda-tenda pengungsi Palestina dan kerumunan warga sipil di berbagai wilayah Kota Gaza dalam eskalasi paling mematikan dalam beberapa hari terakhir. Serangan ini telah membunuh puluhan orang dan melukai banyak lainnya, mayoritas korban adalah perempuan, anak-anak, dan lansia.
Dalam keterangannya kepada Palestinian Information Center, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mayor Mahmoud Basal, menyatakan bahwa sejak fajar, pasukan Israel terus melancarkan pengeboman intensif dan langsung ke wilayah-wilayah padat penduduk dan kamp pengungsi di Kota Gaza.
Basal mengonfirmasi bahwa jumlah korban terbunuh telah melebihi 55 orang, sementara lebih dari 180 orang terluka—banyak di antaranya berada dalam kondisi kritis dan tidak dapat ditangani secara memadai akibat runtuhnya sistem layanan kesehatan secara total.
Sejak Kamis (19/06) pagi, militer Israel meningkatkan serangan udara mematikan ke kamp-kamp tenda dan kerumunan warga sipil di seluruh Kota Gaza, menyebabkan banyak korban jiwa. Di antara korban tersebut terdapat 19 syuhada dalam sebuah pembantaian mengerikan akibat pengeboman sebuah tenda di dekat Masjid Al-Sousi di Kamp Pengungsi Al-Shati, Gaza bagian barat.
Pembantaian ini merupakan bagian dari pola pelanggaran berulang terhadap warga sipil di Jalur Gaza, yang bahkan tempat perlindungan sementara pun tidak lagi aman dan justru menjadi sasaran langsung serangan. Hal ini terjadi di tengah situasi kemanusiaan yang memburuk dengan cepat serta terus berlanjutnya serangan Israel terhadap infrastruktur vital dan kawasan padat penduduk.
Memasuki hari ke-621 dari agresi yang berlangsung, Israel terus melakukan kejahatan perang dan pembantaian terhadap warga sipil di Gaza, disertai taktik kejahatan blokade dan kelaparan—sementara dunia tetap membiarkan penderitaan dua juta warga Palestina yang setiap hari dihadapkan pada ancaman kelaparan dan kematian.
sumber:
Civil defense: Israeli occupation army intensifies bombing of displaced persons in Gaza








