Ali al-Qaradaghi, ketua Persatuan Ulama Muslim, menyerukan diadakannya KTT Luar Biasa Arab-Islam untuk membahas dan menghentikan kebrutalan Israel yang sembrono, yang tidak hanya menargetkan Gaza dan Lebanon, tetapi juga berdampak pada semua negara Arab dan Islam.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa setidaknya 182 orang telah gugur dan 727 lainnya terluka, termasuk perempuan, anak-anak, dan paramedis, akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan sejak Senin pagi (23/9). Ini terjadi bersamaan dengan genosida di Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (23/9), al-Qaradaghi menekankan bahwa Lebanon dan Gaza tidak boleh menjadi mangsa Israel dan mendesak sikap bersatu melawan tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintah ekstremisnya.
Dia menambahkan bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari strategi Netanyahu dan pemerintah sayap kanannya untuk memperluas Israel, dengan mencaplok Al-Quds (Yerusalem), Tepi Barat, Gaza, dan sebagian Lebanon dan Yordania.
Al-Qaradaghi lebih lanjut mengatakan bahwa “ketidaksetujuan kita dengan kebijakan faksi-faksi tertentu di Lebanon atau Palestina tidak memberi kita hak untuk mendukung agresi apa pun yang menargetkan rakyat. Kita tidak boleh bersukacita atas penderitaan rakyat Lebanon atau Palestina dengan alasan apa pun.”
Ketua Persatuan Ulama Muslim menjelaskan bahwa “agresi ini adalah serangan terang-terangan, dan Muslim serta pemerintah mereka harus bekerja untuk mencegahnya. Sebagai presiden Persatuan Ulama Muslim Internasional, saya menyerukan kepada negara-negara Islam dan Arab untuk memenuhi kewajiban mereka dalam menghadapi agresi dan genosida Israel.”
Al-Qaradaghi meyakini bahwa bangsa Arab dan Muslim memiliki banyak kartu untuk dimainkan, “termasuk mengumumkan penghentian pasokan minyak dan gas hingga agresi berhenti, serta boikot politik dan ekonomi terhadap entitas Zionis dan pemutusan hubungan diplomatik.”
Sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








