Pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata terus meningkat melalui serangkaian serangan, termasuk penembakan, pengeboman, dan penargetan rumah-rumah warga di Jalur Gaza.
Menurut salah satu koresponden, sebuah drone Quadcopter milik Israel melepaskan tembakan ke arah warga sipil di dekat Jalan Yaffa, di lingkungan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza, yang mengakibatkan seorang perempuan terluka. Pada saat yang sama, artileri Israel juga menembaki wilayah timur Al-Tuffah.
Israel telah melancarkan agresi genosida brutal di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Selama periode ini, militer Israel melakukan pembunuhan massal, menyebabkan kelaparan, dan memaksa penduduk Gaza untuk mengungsi, sambil mengabaikan seruan internasional serta keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuntut dihentikannya tindakan genosida tersebut.
Agresi ini telah mengakibatkan lebih dari 238.000 orang terbunuh atau terluka—sebagian besar perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 9.000 orang dilaporkan hilang dan belum diketahui nasibnya. Ratusan ribu warga juga terpaksa mengungsi di tengah kehancuran luas kawasan permukiman serta kelaparan parah yang terus merenggut nyawa masyarakat sipil, termasuk anak-anak.
Sumber: Palinfo








