Puluhan perempuan Gaza dilaporkan mengalami pelecehan seksual ketika Israel menyerang Rumah Sakit Kamal Adwan bulan lalu. Ketika tank-tank menyerbu masuk dan tentara Israel memasuki area tersebut, mereka memerintahkan para perempuan untuk menanggalkan pakaian mereka.
Maryam al-Muqayad, salah satu korban pelecehan, mengatakan bahwa pasukan Israel menyuruhnya untuk menanggalkan pakaiannya. Tentara penjajah menarik gadis Palestina berusia 13 tahun itu, menyeretnya dengan menjambak rambutnya, dan membuatnya berlutut. Setelah mereka berhenti menyiksanya, mereka memaksanya meninggalkan tempat tinggalnya di Gaza utara, dan pergi ke selatan.
Puluhan perempuan Palestina lainnya juga melaporkan pelecehan seksual serupa yang dilakukan oleh pasukan penjajah selama penyerbuan RS Kamal Adwan, bulan lalu.
Penyerbuan itu didahului oleh blokade selama hampir tiga bulan yang mencegah masuknya bantuan, obat-obatan, dan makanan, serta pengeboman besar-besaran di kompleks rumah sakit dan lingkungan sekitarnya.
Berdasarkan penuturan salah seorang saksi mata yang juga bersama Maryam pada saat itu, Alaa (30 tahun) mengatakan bahwa orang-orang di bawa ke dalam Aula Al-Farid.
“Di sana mereka memerintahkan kami untuk melepas hijab, tetapi kami menolak. Tentara laki-laki kemudian datang dan mulai menarik rambut saya melalui hijab dan melakukan hal yang sama kepada perempuan lainnya,” ungkap Alaa kepada Middle East Eye (MEE).
Selama serangan yang berlangsung beberapa jam itu, Alaa mengatakan bahwa tentara Israel “mengeluarkan hinaan kasar dan mencaci maki kami di depan para pria, sambil memukuli dan mempermalukan kami.”
Tentara tersebut mengatakan mereka ingin memberi pelajaran kepada siapa pun yang tidak mematuhi perintah evakuasi, sambil mengejek semua warga Gaza yang berada di sana karena “berusaha bersikap seperti pahlawan” dengan tetap tinggal di wilayah utara.
Alaa menambahkan bahwa para tentara juga menyerang “orang-orang lanjut usia,” memaksa mereka untuk menanggalkan pakaian mereka dan mengejek mereka.
“Salah seorang perempuan lanjut usia yang bersama kami mengenakan pakaian shalat dua potong (mukena dan sarung-red). Tentara, sambil mengarahkan senjata, memaksanya untuk melepas kedua pakaian itu tanpa alasan yang jelas.”
“Setelah dia melepas pakaiannya, mereka dengan nada mengejek menyuruhnya mengenakan kembali pakaiannya.”
Pengepungan dan serangan darat terbaru di Gaza utara berlangsung sejak awal Oktober tahun lalu. Pasukan Israel telah membunuh, melukai, dan menangkap ribuan orang sebagai bagian dari operasi ini.
Sejak awal agresi yang dimulai pada 7 Oktober 2023, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 46.500 orang dan melukai hampir 110.000 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Namun, para ahli percaya bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.
Sunber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








