Nisreen Salem adalah seorang Afro-Palestina dari Mesir yang diejek karena warna kulit dan rambutnya. Perempuan berusia 25 tahun itu adalah salah satu dari setidaknya 400 warga Afro-Palestina dari Nigeria, Mesir, Chad, Senegal, dan Sudan yang tinggal di dalam kawasan Kota Tua Al-Quds yang diduduki, bersebelahan dengan kompleks Masjid Al-Aqsa.
Bekerja sebagai jurnalis foto, sejak 18 Oktober tahun lalu, Salem mulai merekam serangan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel di Gerbang Damaskus ke Kota Tua yang berfungsi sebagai tempat berkumpul yang populer bagi banyak orang Palestina. Dia sedang sendirian meliput peristiwa ketika didekati oleh beberapa tentara Israel di sebuah pos pemeriksaan militer. Pasukan tersebut menyerangnya setelah melakukan interogasi singkat.
Tentara Israel “selalu mengutuk” orang kulit hitam Palestina dan menginterogasi mereka setiap kali mereka lewat. Selama penangkapannya, para tentara meneriakkan pelecehan rasis termasuk “budak”, dan menendang serta memukulinya sampai mati rasa karena ketakutan dan kesakitan. Salem ditahan selama 13 jam setelah diinterogasi. Dia yakin bahwa tujuan serangan dan interogasi adalah untuk mencegahnya mendokumentasikan pelanggaran Israel terhadap warga Palestina. Salem adalah satu di antara sekian banyak jurnalis yang mengalami kekerasan dan penyerangan dari pasukan pendudukan.
Jurnalisme merupakan pilar demokrasi yang dapat menuntut pertanggungjawaban dari mereka yang berkuasa. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa Israel mengambil tindakan ekstrem untuk memblokir setiap pelaporan yang akurat tentang pelanggaran hak dan kejahatan yang dilakukan oleh pasukan keamanannya di wilayah Palestina yang diduduki.
Sumber:
https://www.#/20220417-afro-palestinians-face-double-the-harassment-and-double-the-racism/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.



![Warga Palestina yang mengungsi berjuang untuk menjalani kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan saat serangan Israel terus berlanjut, sementara warga Palestina kekurangan kebutuhan pokok, di tenda-tenda darurat yang didirikan di dekat rumah mereka yang hancur selama cuaca dingin pada 18 Januari 2026, di Jabalia, Jalur Gaza. [Saeed MMT Jaras – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260118-40290650-40290631-ISRAELI_ATTACKS_CONTINUE_IN_GAZA_STRIP-scaled-e1768940934674-120x86.webp)
![ruk-truk bantuan yang bermuatan pasokan kemanusiaan masih terhenti di Pos Perbatasan Rafah di sisi Mesir karena serangan Israel dan penutupan perbatasan, pengiriman bantuan terbatas dan tertunda di Rafah, Mesir pada 6 Agustus 2025. [Mohamed Elshahed – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20250806-38760765-38760738-HUMANITARIAN_AID_TRUCKS_AWAIT_BORDER_CROSSING_IN_RAFAH-1-120x86.webp)

