• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Penjara Israel Dinilai Jadi Ruang Penyiksaan Sistematis bagi Anak dan Perempuan Palestina

by Adara Relief International
Januari 12, 2026
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Penjara Israel Dinilai Jadi Ruang Penyiksaan Sistematis bagi Anak dan Perempuan Palestina
30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Organisasi-organisasi pembela tawanan Palestina memperingatkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan di penjara-penjara Israel, khususnya terhadap anak-anak, perempuan, dan tawanan lansia. Mereka menilai praktik yang berlangsung sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan konvensi hak asasi manusia.

Asosiasi Tawanan Waed melaporkan bahwa anak-anak Palestina di penjara Israel hidup dalam kondisi yang sangat buruk, termasuk kekurangan pakaian dan selimut, gizi yang tidak memadai, kepadatan ekstrem, serta pengabaian medis yang disengaja. Kondisi ini menyebabkan penyebaran penyakit menular dan berdampak serius pada kesehatan fisik maupun psikologis anak-anak, yang oleh Waed disebut sebagai bentuk penyiksaan sistematis.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Sementara itu, Masyarakat Tawanan Palestina (PPS) mencatat peningkatan jumlah perempuan tawanan Palestina menjadi 52 orang pada Januari ini. Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, lebih dari 650 perempuan Palestina telah ditangkap. Penangkapan tersebut disertai berbagai pelanggaran serius, termasuk kekerasan fisik, pelecehan seksual, intimidasi psikologis, serta praktik penahanan administratif tanpa dakwaan.

PPS juga menyoroti kebijakan penahanan perempuan sebagai sandera untuk menekan anggota keluarga mereka agar menyerahkan diri, yang dinilai sebagai salah satu kejahatan paling berbahaya. Sebagian besar perempuan tawanan ditempatkan di Penjara Damon, menghadapi isolasi kolektif, kelaparan, penyiksaan, penggeledahan telanjang, pelecehan oleh sipir, serta ancaman kekerasan seksual.

Krisis ini semakin diperparah dengan kematian tawanan Palestina di dalam penjara Israel. Komisi Urusan Tawanan Palestina dan Klub Tawanan Palestina mengonfirmasi wafatnya Hamza Abdullah Adwan (67), warga Gaza, yang meninggal dalam penjara Israel pada September 2025. Sejak 1967, sedikitnya 323 tawanan Palestina meninggal di penjara Israel, lebih dari 100 di antaranya sejak agresi Israel di Gaza dimulai.

Menurut Klub Tawanan Palestina, periode setelah genosida Gaza merupakan fase paling mematikan dalam sejarah gerakan tawanan Palestina, ditandai dengan meningkatnya kematian, penyiksaan fisik dan psikologis, kelaparan yang disengaja, kejahatan medis, serta perampasan hak-hak dasar. Israel juga dilaporkan masih menahan jenazah 94 tawanan Palestina yang meninggal, sebuah praktik yang dianggap sebagai pelanggaran berat hukum internasional.

Saat ini, lebih dari 9.300 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, ditawan di penjara Israel. Organisasi HAM Palestina menegaskan bahwa skala kekerasan dan kematian yang terjadi mencerminkan taktik sistematis yang menjadikan penjara Israel sebagai ruang penindasan dan pemusnahan bertahap. Mereka mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak, melindungi para tawanan, menuntut pertanggungjawaban Israel, dan menghentikan impunitas yang terus berlangsung.

Sumber:

Palinfo, Qudsnen , Palinfo

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penangkapan Massal dan Kekerasan Pemukim Israel Meningkat Tajam di Tepi Barat

Next Post

Baju Hangat untuk 378 Anak Penghafal Al-Quran Palestina di Lebanon

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
19

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Baju Hangat untuk 378 Anak Penghafal Al-Quran Palestina di Lebanon

Baju Hangat untuk 378 Anak Penghafal Al-Quran Palestina di Lebanon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630