Dewan Nasional Palestina (PNC) pada Sabtu (14/12) menggambarkan pengeboman Israel terhadap gedung pemerintahan Deir Al-Balah di Gaza tengah dan sebuah sekolah yang menampung orang-orang terlantar sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional dan penargetan yang disengaja terhadap warga sipil yang tidak berdaya.”
“Apa yang terjadi di Gaza adalah kejahatan kemanusiaan besar yang mencerminkan kebrutalan pendudukan dan diamnya dunia atas penderitaan rakyat yang tertindas dan terkepung,” terang PNC dalam sebuah pernyataan.
PNC mencatat bahwa pengeboman gedung pemerintahan kota Deir Al-Balah dan Sekolah Menengah Al-Majda Waseela, tempat para pengungsi mencari perlindungan, merupakan “penargetan langsung terhadap warga sipil yang tidak berdaya, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.”
Dewan Nasional mendesak masyarakat internasional dan dunia untuk segera mengambil tindakan guna mengakhiri pembantaian dan bencana serta mencapai keadilan bagi masyarakat yang telah lama menantikan kebebasan dan martabat.
PNC menekankan perlunya upaya untuk mengakhiri “pengepungan rasis dan agresi berdarah” yang dilakukan terhadap Jalur Gaza dan mendirikan negara Palestina merdeka dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya. Sebelumnya pada Sabtu, 10 warga Palestina, termasuk Diab Al-Jarou, Walikota Deir Al-Balah, terbunuh dalam serangan udara Israel yang menargetkan gedung kantor kotamadya.
Serangan udara Israel juga menargetkan Sekolah Menengah al-Majda Waseela, yang penuh sesak dengan orang-orang terlantar di Kota Gaza, membunuh tujuh warga Palestina, termasuk anak-anak.
Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan pada bulan lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








