Senin (17/5), Pengadilan Distrik Israel di kota Beersheba, Negev, memperpanjang penawanan mahasiswi Maryam Abu Qwaider, warga Desa Zarnuk, Negev, hingga 19 Mei. Sejumlah aktivis politik dan warga berpartisipasi dalam aksi protes, menuntut pembebasannya.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan pembebasan Maryam Abu Qwaider. Gerakan Al-Muttrah mengatakan, “Kami mengutuk penyerbuan unit khusus polisi pendudukan ke universitas dan penculikan Maryam Abu Qwaider yang berkoordinasi dengan keamanan universitas pada 12 Mei 2022 jam dua siang.” Dia menambahkan, “Polisi pendudukan tidak puas dengan itu, tetapi juga menangkap rekan kami, Hataf Al-Hazeel, ketika dia ada di sana untuk membela rekannya dan mencela apa yang terjadi.”
Gerakan tersebut mengutuk Universitas Beersheba yang secara terang-terangan berkoordinasi dengan unit polisi pendudukan, dan membiarkan kelompok sayap kanan ekstremis bersenjata memasuki universitas selama jeda berkabung yang mengutuk pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh, dan mengancam keselamatan para siswa.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







