Pengadilan Israel menolak petisi pembebasan jenazah tawanan Palestina Walid Daqqa pada Selasa (1/10). Pihak penjajah itu telah menahan jenazah Daqqa sejak ia meninggal karena kanker di penjara pada April.
Otoritas Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina dan Klub Tahanan Palestina mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa Daqqa, dari Baqa Al-Gharbiya di wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1948, meninggal setelah 38 tahun ditahan. “Keputusan pengadilan tersebut tidak mengejutkan, mengingat kebrutalan dan kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh rezim pendudukan yang menciptakan preseden berbahaya.”
Organisasi-organisasi tersebut menyatakan bahwa, “Selama 38 tahun masa penahanannya, Daqqa menjadi sasaran kejahatan jangka panjang dan pencurian sistematis, terutama kejahatan medis yang dilakukan terhadapnya selama bertahun-tahun, yang menyebabkan ia syahid.”
Mereka mencatat peran “Mahkamah Agung pendudukan dalam masalah-masalah rakyat Palestina, yang berkontribusi dalam membangun ketidakadilan historis yang sedang berlangsung terhadap mereka, melalui keputusan-keputusan peradilannya yang rasis.”
Entitas Israel secara sistematis menahan jenazah para martir dan menggunakan mereka sebagai alat untuk mencapai tujuan politik. Puluhan tawanan Gaza telah terbunuh di penjara dan kamp pendudukan, sementara penjajah menolak untuk mengungkapkan identitas mereka. “Mereka terus menahan jenazah mereka, dan mereka adalah bagian dari ratusan martir yang ditahan di Pemakaman Angka dan lemari es.”
Pemakaman Angka adalah kuburan sederhana yang dikelilingi batu tanpa nisan. Sebuah pelat logam bertuliskan nomor, bukan nama jenazah, dipasang di atas setiap kuburan, dan setiap nomor memiliki arsip khusus yang disimpan oleh otoritas keamanan Israel. Menurut data dari LSM Kampanye Nasional untuk Pengambilan Jenazah Martir, jumlah yang dimiliki Israel adalah 552 per 28 Agustus.
Diperkirakan 9.900 tawanan Palestina berada di penjara Israel, termasuk 98 wanita dan tidak kurang dari 250 anak-anak, hingga awal bulan lalu. Jumlah ini tidak termasuk tawanan dari Jalur Gaza yang informasinya dirahasiakan oleh Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








