Warga Palestina di Jalur Gaza yang padat penduduk, menderita akibat gelombang panas. Keadaan ini menjadi semakin parah dengan diberlakukannya pemadaman listrik selama sepuluh jam sehari. Warga Gaza mengeluh tidak bisa tidur karena tidak ada listrik untuk menyalakan kipas angin. Lebih dari 2,3 juta orang memadati jalur sempit yang terjepit antara Mesir dan Israel tersebut. Menurut pejabat setempat, daerah itu biasanya membutuhkan sekitar 500 megawatt listrik per hari pada musim panas, sementara Gaza hanya menerima 120 megawatt dari “Israel” dan pembangkit listrik satu-satunya di daerah kantong itu hanya mampu memasok 60 megawatt lagi.
Mohammad Thabit dari perusahaan distribusi listrik Gaza mengatakan pada April bahwa dalam kondisi cuaca bersahabat, mereka dapat memasok listrik hingga dua puluh jam per hari. Namun, kapasitas pembangkit listrik mendapat pengaruh dari permintaan yang lebih besar karena suhu tinggi dan harga energi yang melonjak. Uang bahan bakar untuk mengoperasikan pembangkit listrik berasal dari Qatar, yang membelinya dari Israel seharga $10 juta. Akan tetapi, kenaikan harga bahan bakar telah membuat perusahaan lokal kekurangan sekitar $3 juta.
Beberapa rumah dan bisnis Gaza bergantung pada generator untuk mengatasi pemadaman listrik yang berkepanjangan. Sementara itu, penduduk yang kurang mampu, hanya menggunakan lampu led bertenaga baterai sederhana sebagai gantinya. Seorang pengecer mengatakan bahwa meskipun musim panas membuat penduduk memerlukan perangkat pendingin, kondisi ekonomi yang sulit membuat orang “lebih memilih untuk mengadopsi alternatif yang lebih murah” atau memperbaiki apa yang sudah mereka miliki di rumah. Dalam suhu yang panas terik, pergi ke pantai menjadi satu-satunya pilihan hiburan gratis bagi sebagian besar warga Palestina di Gaza.
Sumber:
https://www.#/20220803-gaza-residents-hit-by-heatwave-and-lengthy-power-cuts/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







