Seorang penduduk Palestina yang menderita disabilitas meninggal pada Sabtu (30/7), empat hari setelah ditembak oleh tentara Israel di sebuah pos pemeriksaan. Hussein Qawariq (59) dari Desa Awarta ditembak pada Selasa (26/7) di sebuah pos pemeriksaan di Huwara, dekat Kota Nablus, Tepi Barat.
Tentara Israel mengatakan bahwa mereka “melihat seorang tersangka mendekati mereka di sebuah pos militer”. Mereka mengatakan bahwa awalnya pasukan menembak ke udara, tetapi “tidak menerima tanggapan”. “Tersangka terus mendekati tentara, yang kemudian membalas dengan tembakan ke arahnya.”
Walikota Huwara, Wajih Odeh, mengatakan bahwa Qawariq menderita “disabilitas mental”. “Dia biasa mengumpulkan botol dan kaleng dari jalan dan meminta uang dari para pedagang di daerah itu,” katanya. Hal ini sejalan dengan keterangan dari keluarganya. Qawariq meninggal di Rabin Medical Center di “Israel”. Tentara mengatakan sedang menyelidiki penembakan yang fatal itu.
Setidaknya 54 warga Palestina telah tewas sejak akhir Maret, sebagian besar di Tepi Barat. Di antara mereka terdapat jurnalis Al-Jazeera Shireen Abu Akleh, warga negara Palestina-Amerika, yang meliput serangan Israel di Jenin.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/disabled-palestinian-israel-army-shot-dies-wounds
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








