• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Penangkapan dan Penyiksaan Lansia oleh Zionis Berujung Kematian

by Adara Relief International
Januari 20, 2022
in Artikel, Berita Kemanusiaan, Tema Populer
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Penangkapan dan Penyiksaan Lansia oleh Zionis Berujung Kematian
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel tidak pernah memandang bulu ketika menjalankan misi penjajahannya di Palestina, lelaki atau perempuan, dewasa, anak-anak, hingga lansia, semua dianggap berbahaya.

Penangkapan dan Penyiksaan Lansia oleh Zionis Berujung Kematian

Israel tidak pernah memandang bulu ketika menjalankan misi penjajahannya di Palestina, lelaki atau perempuan, dewasa, anak-anak, hingga lansia, semua dianggap berbahaya. Ini adalah kisah tentang Omar Abdelmajeed As’ad, lansia berusia 80 tahun yang ditangkap oleh tentara Israel dalam perjalanan pulang dari rumah kerabatnya menuju rumahnya di Jiljiya, utara Ramallah, Tepi Barat yang dijajah.

Tangan As’ad diikat dengan borgol plastik, matanya ditutup, dan ia dipukuli sebelum ditinggalkan di sebuah bangunan yang belum jadi. “Ia hanyalah seorang lelaki tua yang memiliki masalah pernapasan,” ucap seorang kerabatnya, menekankan bahwa peristiwa itu benar-benar memotret arogansi Israel—bahkan terhadap seorang lansia yang sakit-sakitan.

As’as merupakan seorang Amerika-Palestina dan ayah dari tujuh anak. Ia pindah ke Amerika pada 1970, menjadi penduduk Milwaukee, Winconsin, AS, lalu memutuskan untuk kembali tinggal di Palestina bersama keluarganya pada 2012. Meski berkebangsaan Amerika, tetapi statusnya yang juga sebagai seorang Palestina, tidak berbeda dengan orang Palestina lainnya: sama-sama tidak mendapatkan hak dasar untuk hidup secara aman. Statusnya sebagai warga negara adidaya, tidak mampu ‘menyelamatkannya’ dari ancaman dan kekerasan tentara Israel.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Juru bicara AS Ned Price hanya mengeluarkan pernyataan formalitas yang menyatakan bahwa Washington telah melakukan komunikasi dengan Israel dan menginginkan adanya penyelidikan menyeluruh mengenai hal ini. Tak ada kecaman, tak ada peringatan, apalagi sanksi. Padahal faktanya, warga negaranya yang telah berusia lanjut telah dihilangkan nyawanya dengan cara yang kejam.

Demikian juga dengan media mainstream Barat yang tidak banyak bersuara. Alih-alih mengutuk pembunuhannya, media mainstream tersebut hanya menuliskan ‘kematian setelah penangkapan’. Washington Post menulis, “Elderly Palestinian American dies after being detained by Israeli Soldiers in West Bank.” BBC pun menulis dengan nada yang sama, “Palestinian-American man, 80, found dead after Israeli raid in West Bank.” Demikian pula New York Times, NBC, The Guardian dan berbagai media Barat lainnya.

Media-media tersebut hanya berkutat pada wafatnya As’ad setelah ditangkap. Tidak ada judul atau pun isi berita yang menyatakan bahwa ia disiksa dalam keadaan tangan terikat dan kemudian ditinggal dalam keadaan tidak sadar, hingga akhirnya meninggal akibat serangan jantung. Peristiwa ini menjadi contoh kecil tentang bungkamnya media terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan zionis.

Pada akhir tahun lalu (26/12/21) dalam strategi car ramming atau serudukan mobil yang dilakukan oleh pemukim, seorang perempuan tua Palestina berusia 70 tahun, Gadeer Masalmah, meninggal di tempat akibat ditabrak oleh seorang pemukim di Rute 60, dekat Sinjil, Tepi Barat. Tidak lama berselang, seorang lansia kembali menjadi korban car ramming. Ia adalah Haj Sulaiman Al-Hathaleen dari Lingkungan Umm al-Khair, selatan Tepi Barat yang diduduki. Al-Hathaleen cedera parah setelah ditabrak truk Israel (5/1), dan hingga saat ini masih dalam keadaan kritis di ICU.

Peristiwa-peristiwa tersebut tentu mengingatkan kita bahwa beginilah gambaran keseharian yang dihadapi seluruh lapisan usia bangsa Palestina. Penjajahan dan kebijakan apartheid Israel menjadikan tidak adanya perlindungan bagi bangsa Palestina, meski mereka anak-anak, perempuan, atau lansia.

Anak-anak Palestina setiap harinya ditangkapi oleh tentara, entah di pos-pos perbatasan ataupun ketika bersekolah. Pada 2021, sebanyak 1.266 anak yang berusia di bawah 16 tahun menjadi tawanan, termasuk 142 anak berusia di bawah 12 tahun.  Tak ada alasan yang jelas atas penangkapan terhadap tersebut dan mereka harus menjalani pengadilan militer. Demikian dengan para perempuan Palestina yang menghadapi pelecehan, siksaan, dan hukuman kolektif. Tidak ada toleransi apa pun, bahkan bagi tawanan yang hamil dan melahirkan. Ketika melahirkan, mereka dalam keadaan diborgol dan tidak diizinkan untuk beristirahat dari rasa sakit yang diderita.

Laporan kemanusiaan yang diterbitkan OCHA pada akhir 2021 menjadi relevan, bahwa kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh mayoritas bangsa Palestina atau setara dengan 1,8 juta orang adalah perlindungan (protection), dalam hal ini adalah advokasi dan tindakan agar mereka mendapatkan hak-hak dasar mereka yang sesuai dengan hukum internasional.

Oleh karena itu, peristiwa meninggalnya Kakek Omar perlu dijadikan momentum untuk dunia agar memberikan proteksi dan advokasi terhadap bangsa Palestina atas penjajahan dan politik apartheid yang dilakukan Israel. Jangan biarkan pengorbanan Rachel Corie yang meninggal pada 2003 akibat lindasan buldoser yang ingin menghancurkan rumah milik sebuah keluarga Palestina atau Tom Hurndall, seorang jurnalis AS yang tewas ditembak sniper pada 2004 akibat hendak menyelamatkan seorang anak Palestina di Gaza, terbuang percuma.

Jangan pula kita biarkan anak-anak Palestina berlama-lama mendekam dipenjara akibat bungkamnya dunia. Jangan kita lupakan nasib para perempuan yang dipenjara dan disika atas pembelaan terhadap tanah airnya dilupakan dunia. Juga jangan kita abaikan kekerasan yang terjadi terhadap para lansia. Kita harus mampu bersuara layaknya Emma Watson yang menyatakan bahwa “Solidarity is a Verb” sebagai dukungannya terhadap Palestina.

Ketika Watson kemudian dituding antisemit oleh Zionis, puluhan artis kenamaan Hollywood lainnya ikut bersuara mendukung dan menyatakan solidaritas untuk Palestina. Kita juga perlu mencontoh upaya boikot yang dilakukan para seniman internasional terhadap Sydney Festival karena disponsori oleh Israel. Kita harus melakukan apa yang kita bisa, agar setidaknya orang-orang di sekeliling kita mengetahui tentang nasib Palestina dan mau ikut bersuara. Kita perlu bersama-sama dengan lantang menentang segala bentuk penjajahan dan politik apartheid sebab dua hal tersebut selalu beriringan dengan kekerasan dan kekejaman.

 

Fitriyah Nur Fadilah

Penulis merupakan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana dan master jurusan Ilmu Politik, FISIP UI.

 

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pasukan Israel Menembak Mati Seorang Pemuda di Selatan Kota Bethlehem

Next Post

Ribuan Rakyat Palestina Mengiringi Proses Pemakaman Al-Haj Sulaiman Al-Hathalin

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
20
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Januari 19, 2026
23
Next Post
Ribuan Rakyat Palestina Mengiringi Proses Pemakaman Al-Haj Sulaiman Al-Hathalin

Ribuan Rakyat Palestina Mengiringi Proses Pemakaman Al-Haj Sulaiman Al-Hathalin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630