Pemukim Yahudi Israel memblokir pintu masuk utama ke Kota Ramallah dan Al-Bireh di pos pemeriksaan militer Beit El di Tepi Barat tengah pada Senin malam (10/4). Para pemukim melemparkan batu ke arah kendaraan Palestina yang melintas, mengakibatkan beberapa di antaranya rusak. Bentrok kemudian terjadi antara warga Palestina dan pemukim di pos pemeriksaan, sementara tentara Israel menembaki warga Palestina dan melepaskan gas air mata untuk melindungi para pemukim. Kantor berita Anadolu melaporkan para pemukim juga berkumpul di persimpangan beberapa jalan di sebelah barat Ramallah dan dekat Kota Nablus.
Ketegangan telah meningkat di Tepi Barat selama berbulan-bulan, di tengah serangan beruntun tentara Israel ke kota-kota Palestina. Sebelumnya, pada Senin (10/4), Muhammad Fayez Nabhan, 15, ditembak dan dibunuh oleh tentara di Kamp Aqabat Jaber, dekat Yerikho. Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh menyerukan “intervensi segera AS untuk menghentikan agresi Israel yang terus berulang.” Dia menambahkan bahwa Otoritas Palestina menganggap Israel bertanggung jawab atas serangan serius dan meningkatnya provokasi, yang menegaskan upaya Israel untuk menyeret wilayah itu ke dalam kekerasan dan kerusuhan.
Juru bicara itu menunjuk bahwa, “Invasi milisi pemukim, yang dipimpin oleh menteri dari pemerintah pendudukan Israel, ke tanah Palestina, tidak mengubah fakta bahwa itu adalah tanah Palestina dan akan tetap demikian, dan bahwa invasi ini, yang datang dengan kekuatan senjata, tidak memindahkan hak kepemilikan yang sah atas tanah Palestina.” “Invasi fasis oleh ekstremis Yahudi” ini, dan ditambah dengan penyerbuan Masjid Al-Aqsa, kata Abu Rudeineh, “dapat mendorong Al-Quds menuju ledakan yang tidak dapat dikendalikan oleh siapa pun.”
Pejabat Palestina mengecam sikap diam AS yang mendorong Israel untuk terus melakukan kejahatannya terhadap rakyat Palestina. Dia menyerukan “intervensi segera dan cepat untuk menghentikan kegilaan ini, atau seluruh wilayah akan membayar harganya.” Menurut Komisi Perlawanan Pemukiman Palestina, ribuan pemukim berpartisipasi dalam “pawai Yahudinisasi” dalam upaya untuk menekan pemerintah pendudukan agar mengizinkan pembangunan dan tempat tinggal di permukiman Eviatar yang telah ditutup.”
Sementara itu, di Kota Hebron tentara Israel telah menutup Masjid Ibrahimi untuk jamaah muslim selama dua hari berturut-turut dan membukanya untuk pemukim Israel. Direktur masjid, Ghassan Al-Rajabi, mengatakan kepada Anadolu bahwa tentara pendudukan menutup masjid selama liburan Paskah Yahudi (Pesach). Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa tentara Israel menutup daerah vital Bab Al-Zawiya di pusat Hebron, mencegah pemilik toko membuka bisnis mereka, dan mengerahkan penembak jitu di sekitar atap. Mereka menambahkan bahwa penutupan itu bertepatan dengan para pemukim yang menyerbu situs arkeologi Palestina di Jalan Beersheba di kota itu untuk melakukan ritual keagamaan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








