Pemukim bersenjata Israel kembali menyerang rumah dan harta benda warga Palestina di lingkungan Al-Tayaran, selatan al-Khalil, pada Rabu (10/9). Serangan itu membuat para siswa tidak bisa mencapai sekolah mereka.
Warga setempat, Bassam Al-Zaareer, mengatakan para pemukim menggunakan traktor untuk merusak rumah, melakukan tur provokatif di sekitar permukiman warga, serta menerbangkan drone ke arah kandang ternak hingga membuat domba berlari ketakutan. Selain itu, mereka kerap datang hampir setiap malam, memainkan musik keras, dan meniup “shofar” untuk menakut-nakuti anak-anak dan perempuan.
Kelompok pemukim juga menggiring ternak mereka ke satu-satunya jalan menuju komunitas tersebut, sehingga para siswa terpaksa kembali ke rumah. Menurut sumber lokal, warga Palestina di sana merasa hidup dalam kondisi seperti pengepungan; sulit keluar rumah, menggembala ternak, atau menerima tamu. Serangan yang terus meningkat ini bahkan memaksa beberapa keluarga memindahkan perempuan dan anak-anak ke tempat lain, sementara para lelaki bertahan untuk menjaga tanah dan harta mereka.
Dalam perkembangan terkait, pemukim Israel juga terus membangun jalan permukiman di atas tanah milik warga Palestina. Jalan itu dimulai dari jalan pintas dekat pintu masuk Khirbet Aqwais, timur Yatta, menuju puncak bukit arkeologi Ma’in yang hampir setiap hari diincar untuk direbut dan diserbu.
Sumber: Palinfo








