Para pemukim ekstremis Yahudi pada Minggu (29/5) melakukan ritual ibadah talmud di tanah halaman Kompleks Masjid Al-Aqsa. Ritual tersebut mereka anggap sebagai tingkat penyerahan terbesar dalam ritual alkitabiah. Kelompok pemukim Israel telah bekerja selama bertahun-tahun untuk melakukan seluruh ritual di dalam Masjid al-Aqsa, di bawah perlindungan polisi pendudukan. Polisi pendudukan Israel melarang jamaah Palestina mencapai Masjid Al-Aqsa, terutama selama pemukim menyerbu ke halaman masjid.
Lembaga internasional Al-Quds menyatakan pada September lalu bahwa melakukan ritual sujud adalah langkah jahat dan berbahaya untuk melakukan ritual kurban, dan untuk mengubah Al-Aqsa menjadi pusat spiritual bagi orang-orang Yahudi, menghancurkan Masjid al-Aqsa dan mendirikan kuil yang Israel anggap berada di atas reruntuhannya.
Pemukim Israel, selama serangan hari Minggu, menyanyikan lagu kebangsaan penjajah Israel di dalam Masjid al-Aqsa yang merupakan penodaan terhadap masjid. Sekitar 80 kelompok pemukim Israel, yang percaya pada keberadaan Kuil, mengeksploitasi acara keagamaan dalam upaya Yahudinisasi untuk mengatur serangan massal ke Masjid al-Aqsa.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







