Yasser Abu Shabab, pemimpin geng bersenjata yang didukung Israel di Jalur Gaza, meninggal pada Kamis dalam sebuah bentrokan. Laporan Haaretz, KAN, dan i24 menyebut ia meninggal akibat luka berat yang dideritanya, meski kelompoknya kemudian mengklaim ia tertembak saat mencoba melerai perselisihan.
Abu Shabab dikenal sebagai kolaborator utama Israel selama perang Gaza. Ia memimpin geng bersenjata yang kerap menjarah bantuan kemanusiaan di bawah perlindungan tentara Israel. Laporan Haaretz, The Washington Post, dan memo internal PBB menunjukkan bahwa kelompok ini menghadang truk bantuan, melakukan sabotase, dan sering terlihat beroperasi dekat posisi Israel tanpa dicegah. Israel sendiri mengakui pernah bekerja sama dengan geng-geng ini dan bahkan mendanai mereka untuk membangun kekuatan lokal anti-Palestina.
Geng yang dipimpin Abu Shabab juga dikaitkan dengan aktivitas kriminal, termasuk penyelundupan narkoba dan hubungan dengan kelompok ekstremis. Mereka memiliki lebih dari 200 anggota bersenjata dan berbasis di zona pendudukan Israel di Rafah, area terlarang bagi warga Gaza, yang semakin memperkuat dugaan keterlibatan Israel.
Pasukan keamanan Gaza, Radaa, menanggapi dengan memublikasikan foto Abu Shabab dengan keterangan: “Seperti yang kami katakan, Israel tidak akan melindungimu.”
Sumber: Qudsnen, MEMO








