Gubernur Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan adanya peningkatan aktivitas kelompok Yahudi ekstrem yang secara sistematis berupaya mengubah karakter historis dan keislaman Masjid Al-Aqsa melalui proyek kolonial terencana yang didukung lembaga politik dan keagamaan Israel.
Dalam pernyataannya, Gubernur Al-Quds (Yerusalem) menegaskan bahwa ritual, persiapan, dan kegiatan yang dilakukan kelompok pendukung pembangunan “Bait Suci” (Temple) bukan lagi sekadar aspirasi keagamaan, melainkan bagian dari rencana nyata untuk memberlakukan kedaulatan penuh Israel atas kompleks Masjid Al-Aqsa dan menggantikannya dengan bangunan yang mereka klaim sebagai “Bait Suci Ketiga.”
Kelompok-kelompok ini, khususnya lembaga pendidikan Yeshivat Har HaBayit, diketahui tengah melakukan pelatihan imam untuk penyembelihan hewan kurban, menjahit pakaian ritual, serta membuat model arsitektur dan video rencana pembangunan “Bait Suci.” Aktivitas ini diperkuat dengan kampanye provokatif di media sosial yang secara terbuka menyerukan penghancuran Masjid Al-Aqsa dan Kubah Sakhrah.
Pemprov Al-Quds (Yerusalem) menilai bahwa tindakan tersebut berjalan seiring dengan hasutan para pejabat ekstremis Israel, terutama Menteri ekstremis sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, yang secara terbuka mendorong penerapan “pembagian temporal dan spasial” di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka juga memberikan perlindungan politik dan dukungan pendanaan kepada kelompok-kelompok ekstrem tersebut.
Selain itu, kelompok ini menyelenggarakan kegiatan di bawah payung hukum Israel, termasuk penggalian berbahaya di bawah fondasi masjid, penanaman kuburan palsu di sekitar kawasan suci, dan pengambilalihan lahan Waqf serta rumah warga Palestina untuk mengubah karakter Arab, Islam, dan Kristen di Al-Quds (Yerusalem).
Pemerintah Al-Quds (Yerusalem) menegaskan bahwa upaya pembangunan “Bait Suci Ketiga” adalah bagian dari proyek kolonial yang bertujuan menghapus keberadaan Arab dan Islam dari kota suci tersebut. Ia mengecam sikap diam masyarakat internasional dan kelalaian lembaga-lembaga PBB yang dinilai memperkuat keberanian Israel melanjutkan proyek yahudisasi dan ekspansi ilegalnya.
Gubernur Al-Quds (Yerusalem) menyerukan lembaga resmi, rakyat, serta media Palestina dan dunia untuk menggunakan seluruh jalur hukum, politik, dan diplomatik guna menghentikan pelanggaran Israel serta memperkuat dokumentasi dan eksposur publik terhadap praktik penjajahan di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Sumber: Wafa, Palinfo








