Pembunuhan jurnalis terkemuka Palestina dan koresponden Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, adalah “kejahatan perang potensial”, Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Turki. Albanese, yang bulan lalu menggantikan pendahulunya, Profesor Michael Lynk, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pembunuhan Abu Akleh merupakan “pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan berpotensi sebagai kejahatan perang di bawah Statuta Roma tentang Pengadilan Kriminal Internasional.”
“Kematian tragis Shireen Abu Akleh adalah serangan serius terhadap jurnalisme dan kebebasan berekspresi dan hak untuk hidup secara aman di wilayah Palestina yang diduduki,” kata Albanese. “Pembunuhan Abu Akleh harus diselidiki secara menyeluruh dengan cara yang transparan, ketat, dan independen,” lanjut Albanese dan menegaskan bahwa “ini adalah saat yang tepat untuk menuntut agar pendudukan ilegal Palestina dibongkar.”
Al Jazeera menyalahkan Israel atas kematian Abu Akleh dengan mengatakan bahwa perempuan berusia 51 tahun itu “dibunuh dengan darah dingin” oleh pasukan pendudukan. Rekan-rekan Abu Akleh yang menyaksikan pembunuhan itu mengatakan bahwa dia dibunuh oleh penembak jitu Israel yang menembaki mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








