JAKARTA-Kehilangan kepala keluarga merupakan mimpi buruk bagi sebagian besar anak, tak terkecuali anak-anak Palestina. Kehilangan kepala keluarga dapat membuat banyak keluarga goyah, sebab harus ada yang menggantikan peran tersebut sesegera mungkin, sedangkan tidak semua keluarga telah siap dengan kemungkinan tersebut. Menjalani hidup tanpa adanya sosok kepala keluarga tak akan mudah, oleh sebab itu, Sahabat Adara melalui Adara Relief International memberikan bantuan bahan pokok kepada 165 keluarga yatim dan faqir di Al-Quds pada bulan Juli 2025.

Bagi banyak keluarga di Palestina, kehilangan sosok kepala keluarga menimbulkan duka yang mendalam. Rasa kehilangan mengubah hidup seluruh anggota keluarga, membuat ibu atau bahkan anak-anak harus mengambil peran sebagai pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Keluarga yang tadinya stabil dan memiliki sosok penyedia kebutuhan dan pelindung, kini dipaksa untuk bertahan sambil memulihkan diri dari duka yang berkepanjangan.
Kenyataan yang paling menyakitkan dari rasa kehilangan bukanlah saat mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kali, melainkan saat yang ditinggalkan menyadari bahwa hidup masih terus berjalan tanpa orang terkasih yang telah berpulang. Fase ini akan membuka mata bahwa di balik rasa duka, masih tetap ada seorang ibu yang butuh dinafkahi, ada anak-anak yang butuh biaya untuk menempuh pendidikan, juga ada rumah yang memerlukan perawatan. Memenuhi seluruh kebutuhan tersebut seorang diri pastinya merupakan beban yang sangat sulit untuk dilakukan oleh keluarga yang sedang berduka.
Berproses untuk berdamai dengan rasa kehilangan merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan banyak uluran tangan dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, pada bulan Juli 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International merangkul hangat keluarga-keluarga yatim dan faqir di Al-Quds (Yerusalem) dengan mengirimkan bantuan bahan pokok untuk mereka. Meski terpisah oleh jarak, namun bantuan tersebut telah disampaikan kepada 165 keluarga yatim dan faqir di Al-Quds (Yerusalem), dengan harapan bantuan tersebut akan membantu mengurangi beban mereka. Bantuan ini juga bertujuan memberikan dukungan kepada mereka yang hidup di bawah penjajahan Israel, agar mereka tetap bertahan dan tidak berpikir untuk meninggalkan negeri mereka.


Selalu ada jiwa yang menjadi semakin kuat setiap berhasil menghadapi rangkaian kehilangan yang memedihkan, dan itu adalah keluarga-keluarga di Palestina. Kehilangan tidak membuat mereka menjadi lemah, sebaliknya, itu menunjukkan betapa kuat dan besarnya hati mereka untuk menerima ketentuan takdir. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu telah menjadi peluk hangat bagi mereka yang berduka. Semoga bantuan ini akan menjadi kekuatan bagi mereka untuk terus berjuang menjalani kehidupan.







