Seruan Serikat Pekerja Transportasi Umum tentang pemogokan total pada hari Rabu (13/7) telah melumpuhkan sebagian besar kehidupan di berbagai kota di Tepi Barat. Aksi pemogokan tersebut menuntut keadilan pengemudi mengenai kenaikan harga bahan bakar yang signifikan dengan mencegah kendaraan pribadi mengangkut penumpang. Pergerakan kendaraan umum yang beroperasi di jalur internal dan eksternal antara kota dan desa pun berhenti.
Omar Najjar, perwakilan dari Sindikat Pekerja Transportasi di Nablus, Tepi Barat utara, mengatakan, “Komitmen pemogokan yang mencakup seluruh kota di Tepi Barat berada di tingkat lebih dari 90%, terutama sebelum Iduladha. Tetapi, dengan mempertimbangkan kondisi warga, kami menundanya hingga hari ini. Hal demikian memberi kesempatan kepada pemerintah Palestina dan Kementerian Transportasi dan Komunikasi untuk mempertimbangkan tuntutan kami dengan adil.”
Najjar menunjukkan bahwa tuntutan pengemudi terbatas pada dukungan pemerintah dalam tiga hal. Pertama, mengenai kenaikan harga bahan bakar untuk mematok harga satu liter solar hanya 5 shekel untuk sektor angkutan umum. Kedua, mengizinkan sektor transportasi untuk dapat mengimpor kendaraan dari wilayah jajahan 48. Harga kendaraan di wilayah lain lebih rendah dibandingkan dengan Tepi Barat karena adanya penambahan pajak oleh otoritas Israel. Ketiga, mencegah kendaraan pribadi mengangkut warga sehingga mengesampingkan angkutan umum.
Baca juga “Tingkat Pengangguran Lulusan Universitas di Palestina Melampaui 50%“
Serikat Pekerja Transportasi Umum sebelumnya telah melakukan dialog panjang dan serangkaian pertemuan dengan Menteri Perhubungan Palestina, Assem Salem, dan staf kementerian. Kementerian mengatakan bahwa tuntutan mereka akan diajukan ke meja pemerintah dalam pertemuan mingguan. Namun hal tersebut belum juga membuahkan hasil. Oleh karena itu, serikat pekerja melanjutkan pemogokan. Apabila pemerintah tidak juga mengambil keputusan yang tepat, serikat pekerja akan kembali ke pemogokan yang lebih ekstensif dan berkepanjangan.
Serikat pekerja tidak ingin menaikkan tarif untuk penumpang. Sopir, Tayel Tirawi, juga menekankan bahwa pemogokan tidak bertujuan untuk menuntut kenaikan tarif. Akan tetapi, untuk menyerukan kepada pemerintah untuk menyelamatkan sektor transportasi yang hancur.
Tirawi menjelaskan bahwa sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengemudi bahwa pendapatan harian dibagi menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk pemilik mobil, sepertiga untuk pengemudi, dan sepertiga terakhir untuk kebutuhan operasional mobil (solar, reparasi, dll.). Namun, dengan kenaikan harga bahan bakar berturut-turut, sekarang mereka membayar setengah dari pendapatan harian untuk urusan mobil dan membagi setengah sisanya untuk pemilik mobil.
Sumber:
https://www.alaraby.co.uk/economy/إضراب–قطاع–النقل–الفلسطيني–يشل–الحياة–في–مدن–الضفة–الغربية
https://www.#/20220713-palestinian-public-transport-union-holds-1-day-strike-in-west-bank/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








