Otoritas kesehatan di Gaza membantah klaim Israel bahwa mereka mengoordinasikan pemindahan inkubator. “Ratusan pasien, termasuk puluhan bayi yang baru lahir, beberapa di antaranya prematur, masih terjebak ketika pertempuran berlanjut di sekitar rumah sakit terbesar di Jalur Gaza ini, tempat ribuan warga sipil mencari perlindungan,” kata dokter. “Kurangnya bahan bakar untuk generator listrik membuat mereka tidak mampu menyelamatkan pasien.”
Israel mengklaim rumah sakit tersebut menyembunyikan markas Gerakan Perlawanan Palestina, meskipun klaim ini telah dibantah berulang kali oleh gerakan tersebut serta para dokter di RS. Militer Israel, dalam pernyataan di media sosial sebelumnya mengatakan “Mereka sedang dalam proses mengoordinasikan pemindahan inkubator dari sebuah rumah sakit di Israel ke Gaza,” untuk “meminimalkan bahaya terhadap warga sipil, membantu evakuasi dan memfasilitasi pengiriman pasokan medis. dan makanan.”
Berbicara kepada Anadolu, juru bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf Al-Qudra, mengatakan pihak Israel “tidak menghubungi mereka” dan situasi di Rumah Sakit Al-Shifa “memburuk”. Namun pejabat tersebut menyatakan kesiapannya untuk memindahkan bayi-bayi prematur tersebut karena nyawa mereka terancam.
Serangan Israel di Jalur Gaza berlanjut selama 39 hari, dengan sedikitnya 11,240 warga Palestina, termasuk lebih dari 7,700 perempuan dan anak-anak, terbunuh. Ribuan bangunan termasuk rumah sakit, masjid dan gereja juga rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat yang tiada henti. Sementara itu, korban tewas di Israel adalah 1.200 orang, menurut angka resmi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








