Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (22/12) kembali menyerukan pencabutan seluruh pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, termasuk bahan-bahan tempat tinggal, di tengah memburuknya kondisi warga sipil akibat kekerasan yang terus berlanjut dan cuaca musim dingin yang ekstrem.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa PBB bersama para mitranya terus mendesak agar semua hambatan terhadap masuknya bantuan ke Gaza segera dihapus. “Kami dan para mitra kembali menyerukan pencabutan seluruh pembatasan masuknya bantuan ke Gaza, termasuk material tempat tinggal,” ujarnya kepada para jurnalis.
Dujarric mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir, meskipun gencatan senjata diberlakukan, PBB masih menerima laporan serangan udara, tembakan artileri, dan baku tembak di seluruh lima wilayah administratif Gaza. Situasi tersebut menimbulkan korban jiwa serta mengganggu operasi kemanusiaan di lapangan.
Ia menambahkan bahwa mitra kemanusiaan PBB terus berupaya menangani kebutuhan tempat tinggal yang sangat besar, terutama bagi keluarga-keluarga pengungsi yang hidup dalam kondisi tidak aman. Dalam sepekan terakhir, upaya dilakukan untuk meningkatkan akses terhadap tempat tinggal yang layak bagi sekitar 1,3 juta warga Gaza. Sekitar 3.500 keluarga terdampak badai dilaporkan tinggal di wilayah rawan banjir.
Bantuan yang telah disalurkan mencakup tenda, alas tidur, kasur, selimut, serta pakaian musim dingin untuk anak-anak. Namun, kebutuhan masih jauh dari terpenuhi. Menurut perkiraan mitra PBB, sekitar 630.000 remaja di seluruh Jalur Gaza masih membutuhkan bantuan pakaian musim dingin.
Sumber:
AA. MEMO







