Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Palestina Muhannad Hadi pada Jumat (26/7) menyerukan agar Penyeberangan Rafah dibuka kembali untuk mengevakuasi pasien dari Jalur Gaza dan memfasilitasi masuknya barang. Hadi mencatat bahwa puluhan ribu pasien di Jalur Gaza membutuhkan evakuasi segera untuk menerima perawatan di luar negeri.
Hal itu disampaikannya saat berpidato pada sesi pengarahan yang diadakan oleh Dewan Keamanan PBB atas permintaan Aljazair, Tiongkok, dan Rusia untuk membahas situasi kemanusiaan di Gaza.
Dalam pidatonya, Hadi menekankan, “Ada kebutuhan untuk membuka kembali Perlintasan Rafah untuk mengevakuasi pasien dari Gaza dan memfasilitasi masuknya individu, barang, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.”
Ia menekankan bahwa puluhan ribu pasien di Gaza membutuhkan evakuasi medis segera dan mendesak agar tidak ada pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.
Israel menutup Penyeberangan Rafah di Jalur Gaza selatan sejak tentaranya mengambil alih pada 7 Mei, sehingga pasien dan yang terluka tidak dapat bepergian ke luar negeri untuk berobat, terutama karena memburuknya sistem kesehatan di Gaza akibat agresi Israel.
Israel juga memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang telah menyebabkan kekurangan besar pasokan makanan dan medis, terutama di wilayah utara Jalur Gaza.
Hadi menilai serangan terhadap Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, dan memperingatkan bahwa serangan tersebut membahayakan upaya bantuan kemanusiaan di Gaza.
Bertepatan dengan agresinya di Gaza, Israel telah melancarkan serangan tajam terhadap UNRWA, dengan mengklaim bahwa karyawannya berkontribusi terhadap serangan Badai Al-Aqsa .
UNRWA membantah tuduhan Israel terhadapnya dan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen pada netralitas dan berfokus secara eksklusif pada dukungan terhadap pengungsi.
Sebagai bagian dari serangannya terhadap UNRWA, Israel memberlakukan pembatasan pada pekerjaan organisasi tersebut di wilayah Palestina, khususnya di Gaza, dengan menghancurkan puluhan bangunan UNRWA dan membunuh banyak karyawannya.
Mengacu pada aspek lain dari tragedi kemanusiaan di Gaza, Hadi menunjukkan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi risiko tertular penyakit serius akibat limbah dan pembuangan kotoran dan bahwa perang di Gaza telah membuat 625.000 anak Palestina kehilangan satu tahun masa sekolah.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








