PBB, pada Rabu (3/8), menuding Israel sebagai penyebab pemindahan warga Palestina yang tinggal di komunitas Badui di Tepi Barat. Dalam laporannya, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sekitar 100 warga Palestina terpaksa meninggalkan komunitas Ras At-Teen Badui di dekat Kota Ramallah, pada bulan lalu.
Laporan tersebut menerangkan kondisi kehidupan yang tidak tertahankan sebagai akibat dari “tindakan pemaksaan” Israel. Kekerasan pemukim dan pembongkaran tempat penampungan menjadi alasan yang memaksa penduduk Palestina untuk meninggalkan komunitas mereka. Laporan PBB meminta pihak berwenang Israel untuk menghentikan strategi pembongkaran rumah dan penyitaan tanah, serta meminta pertanggungjawaban pemukim atas kekerasan terhadap penduduk Palestina dan untuk mencegah pasukan Israel menggunakan kekuatan berlebihan terhadap penduduk.
Pada saat ini diperkirakan terdapat sekitar 660.000 pemukim yang tinggal di 145 permukiman dan 140 pos terdepan di Tepi Barat. Di bawah hukum internasional, semua permukiman Yahudi di wilayah Palestina adalah ilegal.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/un-experts-slam-israels-harassment-west-bank
https://www.#/20220804-un-blames-israel-coercive-measures-for-palestinian-displacements/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







