Para pakar hak asasi manusia PBB mendesak pembubaran segera Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang dibentuk Israel dengan dukungan Amerika Serikat untuk menyalurkan bantuan di Jalur Gaza. Dalam pernyataan bersama, para ahli menilai bahwa GHF telah mengeksploitasi misi kemanusiaan demi agenda militer dan geopolitik terselubung, yang melanggar hukum internasional.
GHF mulai beroperasi sejak Mei 2025, menyusul pelonggaran blokade bantuan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Namun, para ahli menyebut GHF sebagai bentuk “kamuflase kemanusiaan” yang justru memperdalam penderitaan warga Palestina dan melemahkan kredibilitas lembaga bantuan kemanusiaan global.
PBB mencatat bahwa lebih dari 1.000 warga Palestina telah dibunuh saat berusaha mendapatkan bantuan pangan sejak GHF mulai beroperasi—sekitar 859 di antaranya terjadi di sekitar lokasi distribusi GHF. Selain itu, lebih dari 4.000 orang terluka akibat tembakan pasukan Israel dan kontraktor militer asing di area distribusi bantuan.
“Melihat anak-anak sekarat karena kelaparan di pelukan orang tuanya seharusnya menyadarkan kita dari sikap apatis,” kata para pakar. Mereka juga mengecam fakta bahwa Israel justru dibiarkan mengelola distribusi bantuan tanpa pengawasan internasional.
Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di wilayah Palestina, beserta 18 pelapor khusus dan sejumlah kelompok kerja lainnya, mereka menegaskan bahwa kepercayaan terhadap bantuan kemanusiaan harus dipulihkan. Hal itu hanya bisa dicapai dengan membubarkan GHF, meminta pertanggungjawaban lembaga dan para pemimpinnya, serta mengembalikan wewenang penyaluran bantuan ke lembaga-lembaga kemanusiaan independen di bawah naungan PBB dan masyarakat sipil.
Lebih jauh, mereka menyerukan negara-negara anggota untuk memberlakukan embargo senjata terhadap Israel, menghentikan perjanjian dagang dan investasi yang merugikan rakyat Palestina, serta menindak perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Di sisi lain, GHF mengklaim telah mendistribusikan lebih dari 1,76 juta paket bantuan pangan, dan menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan operasional mereka. Namun bagi para pakar, tanpa akuntabilitas yang jelas, bahkan istilah “bantuan kemanusiaan” pun terancam kehilangan makna di tengah strategi perang modern yang semakin tidak mengenal batas.
Sumber:
https://www.#/20250805-un-rapporteurs-urge-immediate-dismantling-of-controversial-gaza-humanitarian-foundation/
https://www.newarab.com/news/un-experts-call-ghf-be-dismantled








