Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (waktu setempat) mengonfirmasi bahwa hampir 90 truk yang memuat bantuan kemanusiaan telah berhasil memasuki berbagai wilayah di Jalur Gaza pada Rabu lalu. Hal ini disampaikan oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers yang mengutip data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
“Pada hari Rabu, sekitar 90 truk penuh bantuan meninggalkan perlintasan Kareem Shalom menuju berbagai tujuan di dalam Gaza,” ujar Dujarric. Truk-truk ini membawa pasokan nutrisi, tepung, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya yang diizinkan masuk oleh otoritas Israel.
Namun, Dujarric menekankan bahwa pengiriman ini masih sangat terbatas dan “jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan 2,1 juta penduduk Gaza.” Ia juga menyampaikan kutipan dari Kepala Bantuan PBB, Tom Fletcher, yang menyebut bahwa para pekerja kemanusiaan masih menghadapi tantangan besar dalam menyalurkan bantuan dari titik masuk menuju lokasi-lokasi yang membutuhkan di dalam Gaza.
Lebih lanjut, Dujarric menyoroti bahwa pasokan-pasokan penting lainnya seperti makanan segar, produk kebersihan, zat pemurni air, serta bahan bakar untuk mengoperasikan rumah sakit, belum diizinkan masuk selama lebih dari 80 hari oleh otoritas Israel. Saat ini, PBB hanya diperbolehkan membawa masuk produk nutrisi, beberapa bahan pangan, dan perlengkapan medis.
Dari bantuan yang tiba kemarin, lebih dari 500 palet pasokan nutrisi berhasil diturunkan di gudang UNICEF di Deir al-Balah. Ini setara dengan hampir 20 truk penuh yang memuat makanan terapeutik siap pakai dan suplemen nutrisi berbasis lipid. Bantuan penting ini kemudian dikemas ulang dalam muatan-muatan lebih kecil untuk dapat didistribusikan ke puluhan titik penyaluran di Gaza.
Situasi krisis di Gaza terus memburuk. Penduduk masih menghadapi risiko kelaparan yang sangat tinggi akibat blokade total bantuan selama hampir 80 hari. Analisis terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification menegaskan bahwa masyarakat Gaza berada dalam kondisi rawan kelaparan, dengan hampir setengah juta jiwa berada di ambang kelaparan akut.
OCHA menekankan pentingnya peran otoritas Israel dalam memfasilitasi pergerakan konvoi kemanusiaan, termasuk dari Gaza selatan ke utara, agar seluruh bantuan dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan di seluruh wilayah Gaza.
Dujarric juga menjelaskan bahwa tim-tim PBB kerap harus menunggu berjam-jam di perlintasan Kareem Shalom karena aktivitas militer. Mereka hanya dapat melanjutkan perjalanan jika situasi dianggap aman dan mendapatkan lampu hijau dari otoritas Israel. “Kami juga perlu memastikan rute yang aman dari Kareem Shalom ke dalam wilayah Gaza, seperti yang kami lakukan tadi malam dan kami harap bisa dilakukan kembali hari ini,” tambahnya.
PBB juga melaporkan bahwa serangan terbaru Israel telah menghantam tenda-tenda dan bangunan yang menjadi tempat pengungsian warga sipil, menyebabkan banyak korban jiwa.
Menanggapi laporan adanya penjarahan selama distribusi bantuan, Dujarric menjelaskan bahwa sejumlah truk yang membawa tepung sempat dihentikan oleh warga dan muatannya diambil. “Sejauh yang kami ketahui, ini bukan tindakan kriminal bersenjata. Kami menyebutnya sebagai distribusi mandiri. Ini mencerminkan tingginya tingkat kecemasan warga Gaza yang tidak tahu kapan bantuan kemanusiaan berikutnya akan tiba,” jelasnya.
https://www.#/20250522-about-90-aid-trucks-reach-multiple-areas-in-gaza-amid-huge-challenges-un/








