Pusat Satelit Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOSAT) pada Senin (30/9) merilis pembaruan ke-9 terkait dengan penilaiannya terhadap kerusakan yang ditimbulkan terhadap bangunan-bangunan di Jalur Gaza.
Analisis ini, berdasarkan citra satelit resolusi tinggi yang dikumpulkan pada 3 dan 6 September 2024 menunjukkan bahwa dua pertiga dari total bangunan di Jalur Gaza mengalami kerusakan.
UNOSAT membandingkan citra yang diambil pada 3 dan 6 September 2024 dengan data sebelumnya serta memberikan gambaran komprehensif tentang evolusi kerusakan.
Ke-66% bangunan yang rusak di Jalur Gaza mencakup total 163.778 bangunan. Ini termasuk 52.564 bangunan yang hancur, 18.913 rusak parah, 35.591 bangunan yang mungkin rusak, dan 56.710 bangunan yang terkena dampak sedang.
Secara keseluruhan, wilayah yang paling terdampak adalah Provinsi Gaza, dengan 46.370 bangunan terdampak dan 36.611 bangunan hancur di Kota Gaza.
UNOSAT, bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), juga telah merilis pembaruan tentang kesehatan dan kepadatan lahan pertanian di Jalur Gaza.
Sekitar 68% ladang tanaman permanen di Jalur Gaza menunjukkan penurunan kesehatan dan kepadatan yang signifikan pada bulan September 2024.
Analisis berbasis citra satelit yang dilakukan oleh UNOSAT mendokumentasikan kerusakan yang meluas dan menyoroti kebutuhan dukungan dari populasi yang terkena dampak.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








