Patriark Ortodoks Yunani Al-Quds pada Sabtu (31/12) mengutuk pengambilalihan tanahnya di Wadi Hilweh di lingkungan Silwan di Al-Quds Timur oleh kelompok pemukim Israel ekstremis pada 27 Desember.
Dalam sebuah pernyataan di media massa, Patriark mengatakan, “Kelompok radikal ini tidak memiliki hak atau dukungan yudisial yang mengizinkan mereka memasuki atau menduduki tanah itu.” Patriark juga mengutuk pasukan pendudukan Israel karena memberikan perlindungan kepada para pemukim ekstremis saat mereka menyerbu dan mengambil alih tanahnya.
Pada saat yang sama, beliau menegaskan bahwa tanah tersebut, yang dikenal sebagai “tanah merah”, telah disewakan kepada keluarga Sumrin Palestina dari Silwan oleh sejak awal abad lalu. Keluarga Sumrin masih memanfaatkan tanah tersebut hingga hari ini. “Intrusi ini jelas melanggar batas properti Ortodoks-Yunani di Al-Quds. Serangan ini merupakan reaksi langsung dari kelompok radikal Israel terhadap kritik Patriark atas praktik ekspansi pemukim yang menargetkan gereja-gereja Kristen di Yerusalem.”
Israel berusaha untuk menyerang tanah itu pada 2008 ketika kotamadya Israel di Al-Quds Barat mencoba menggunakannya. “Patriark pergi ke pengadilan, melawan pertempuran yudisial melawan kotamadya Israel, dan terkejut saat mengetahui bahwa sebuah organisasi radikal Israel memiliki dokumen yang menghubungkan sebidang tanah ini dengan dugaan kesepakatan pemalsuan pada 2004, yang mencakup properti Gerbang Jaffa,” jelas Kebatrikan (Patriarchate).
“Kebatrikan Ortodoks Yunani Yerusalem telah menekankan komitmennya terhadap semua hak, properti, dan sumbangannya. Ia tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk melindungi dan mempertahankan haknya. Ia tidak akan mundur dari membela hak Ortodoks, yang dimiliki gereja dan rakyatnya yang diadopsi dengan suara bulat sejak His Beatitude Patriarch Theophilos III mengambil posisinya sebagai Patriarch of Jerusalem pada 2005,” pungkas pernyataan itu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








