Pasukan Israel terus menduduki dan menutup penyeberangan Gaza, mencegah orang yang terluka dan sakit melakukan perjalanan untuk berobat atau membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza selama 137 hari berturut-turut (20/9).
Pendudukan telah menutup penyeberangan Rafah sejak invasi mereka ke Kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Dengan demikian, Israel mengendalikan Rafah dan penyeberangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom), meskipun ada peringatan dari organisasi kemanusiaan serta terdapat tuntutan internasional untuk membuka kembali penyeberangan demi menghindari kelaparan karena terhentinya bantuan, dan untuk menyelamatkan nyawa ribuan orang yang sakit dan terluka.
Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa dua juta warga Palestina di Jalur Gaza menjadi sasaran perang Israel yang sangat menghancurkan, menderita krisis pangan, dan menyatakan keprihatinannya terhadap berkurangnya volume operasi bantuan ke Gaza.
Juru bicara PBB, Tarek Jasarevic, mengatakan, “Ada lebih dari 10.000 orang yang perlu dievakuasi dan menerima perawatan medis di luar Gaza.”
Jasarevic menekankan perlunya membuka kembali penyeberangan Rafah dan penyeberangan perbatasan lainnya untuk mengevakuasi orang yang sakit dan terluka sehingga nyawa mereka tetap aman.
Kantor media pemerintah menyerukan pembukaan penyeberangan Rafah dan Karem Abu Salem sebagai pintu bagi masuknya bantuan dan barang, serta diakhirinya agresi genosida yang berlangsung selama sebelas bulan berturut-turut.
Kantor tersebut mengindikasikan bahwa bahaya kelaparan secara langsung mengancam kehidupan masyarakat, yang ditandai dengan peningkatan jumlah kematian akibat kelaparan, terutama di kalangan anak-anak, karena 3.500 anak kini terancam kematian akibat kekurangan gizi dan ketiadaan vaksin.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sekitar 20.000 orang yang terluka dan sakit di Gaza saat ini perlu melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan, dan menekankan bahwa tidak satu pun dari mereka dapat meninggalkan Jalur Gaza sejak pasukan Israel menduduki penyeberangan tersebut, sehingga ribuan dari mereka harus kehilangan nyawa, penyakit komplikasi, dan kematian.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








