Pasukan militer Israel menembakkan peluru baja berlapis karet ke mata seorang pemuda Palestina selama bentrokan yang meletus pada Rabu (12/10) di pintu masuk utara Betlehem, menurut sumber keamanan Palestina. Pemuda berusia 22 tahun tersebut terkena tembakan di matanya, yang mengharuskan untuk mendapat perawatan.
Insiden tersebut terjadi setelah pasukan Israel menyerang warga Palestina yang bentrok dengan tentara di pintu masuk utara Betlehem sebagai protes terhadap penutupan ketat tentara dan tindakan terhadap Kamp Pengungsi Shufat dan kota-kota terdekat.
Menurut B’Tselem, sebuah kelompok hak asasi manusia Israel, “jarak minimum untuk menembakkan peluru ‘karet’ adalah 40 meter, dan penggunaannya terbatas pada personel yang terlatih khusus. Peraturan menekankan bahwa peluru harus ditembakkan hanya di kaki individu dan tidak boleh ditembakkan ke anak-anak atau dari kendaraan yang bergerak.”
B’tselem mengatakan bahwa “efek peluru berlapis karet yang kurang mematikan dibandingkan peluru hidup, cenderung membuat tentara sembarangan menggunakannya. Padahal, peluru berlapis karet bisa membunuh jika digunakan bertentangan dengan perintah – terutama saat ditembakkan dari jarak dekat.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








