Pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) Timur pada Rabu malam (5/4), setelah secara brutal menyerang jamaah di situs tersebut kurang dari 24 jam sebelumnya. Puluhan petugas Israel bersenjata menyerbu halaman masjid saat hampir 20.000 jamaah Palestina masih melakukan salat Tarawih.
Pasukan Israel menembakkan peluru berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut ke arah jamaah sebelum salat berakhir untuk membubarkan mereka dan membersihkan masjid dari jamaah Muslim, kata saksi mata Firas al-Dibbs kepada Middle East Eye. Mereka juga mengejar orang-orang, memukuli mereka dengan tongkat, melukai banyak orang, dan menangkap 400 lainnya, serta melarang ambulans datang ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
“Mereka ingin menciptakan realitas baru. Mereka ingin mengosongkan Masjid Al-Aqsa dari warga Palestina,” kata al-Dibbs kepada MEE. “Apa yang terjadi, terutama kemarin, merupakan bencana besar. Skala kekerasannya sangat mengejutkan.” Seorang sukarelawan masjid, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada MEE bahwa hampir seluruh bagian masjid dikosongkan dari warga Palestina dalam waktu satu jam. Penggerebekan pada Rabu malam dimulai sedikit lebih awal dari yang sebelumnya, kemungkinan sebagai upaya pasukan Israel untuk mencegah jamaah mengunci diri di dalam Masjid Qibli.
Pada malam sebelumnya, ratusan warga Palestina membarikade diri di dalam Masjid Qibli–bangunan dengan kubah perak–untuk melakukan itikaf dan menghindari upaya polisi untuk mengusir mereka. Pasukan Israel kemudian menyerbu Masjid Qibli, serta menembakkan granat kejut dan gas air mata ke bangunan berusia lebih dari seribu tahun itu, sebelum mereka membanting warga Palestina ke tanah, menginjak-injak warga, dan mengikat tangan para jamaah ke belakang punggung. Setidaknya 400 orang ditangkap.
Dalam serangan pada Rabu malam, polisi juga menargetkan Masjid Qibli dan membersihkannya dari jamaah muslim. Sebelumnya pada hari itu, polisi Israel telah membatasi jumlah orang Palestina yang diizinkan memasuki masjid, sehingga jumlah jamaah yang dapat menghadiri salat Tarawih turun dari 80.000 orang pada hari Selasa menjadi 20.000 pada hari Rabu, menurut media Palestina.
Sumber:
Foto:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








