Pasukan pendudukan Israel mendirikan pos pemeriksaan pagi ini di pintu masuk bagian barat Desa Al-Mughayir, yang terletak di sebelah timur Ramallah, dan menembakkan bom gas air mata ke sebuah sekolah, lapor kantor berita WAFA .
Marzouq Abu Naim, Wakil Ketua Dewan Desa Al-Mughayir, memberitahu WAFA bahwa pos pemeriksaan itu terletak di dekat Sekolah Menengah Putra Al-Mughayir. Ia juga menambahkan bahwa tentara Israel menembakkan gas air mata saat siswa hadir di sekolah.
Sebagai tanggapan, penduduk desa menghadapi pasukan Israel dan berusaha mencegah mereka mendekati sekolah tersebut, namun tentara Israel terus meluncurkan bom gas air mata ke arah sekolah tersebut.
Desa Al-Mughayir, kata Marzouq, sebagaimana desa-desa terdekat di utara dan timur Ramallah termasuk Beitin, Deir Jarir, Silwad, Ain Sinya, Abu Falah, Burqa, Atara, dan Al-Mazraa Al-Gharbiyah, terus menghadapi serangan oleh pemukim ilegal Yahudi yang didukung oleh pasukan Israel.
Serangan-serangan ini mengakibatkan terbakarnya sejumlah rumah, kendaraan, dan harta benda pribadi milik warga.
Menurut PBB, serangan pemukim Israel telah meningkat hingga situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 7 Oktober 2023. Kegagalan Israel dalam melindungi warga Palestina dan keengganan dalam mengadili pemukim telah menyebabkan buruknya keamanan di Tepi Barat.
Saat ini terdapat sekitar 720.000 pemukim Israel yang berada di Tepi Barat yang diduduki secara ilegal menurut hukum internasional.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








