Pasukan Israel pada hari Minggu malam dan Senin pagi menangkap sembilan warga Palestina dari berbagai bagian Tepi Barat, menurut sumber setempat.
Pasukan Israel menangkap kembali dua mantan tawanan, keduanya berusia 17 tahun, setelah menyerbu rumah keluarga mereka di Kota Beit Ummar, utara Kota Hebron.
Selama konfrontasi berikutnya, tentara bersenjata berat melepaskan tembakan ke arah pemuda setempat yang berusaha menghalangi jalan mereka, menyebabkan puluhan orang tercekik lemas karena gas air mata.
Di Al-Quds, polisi Israel menangkap dua anak di bawah umur dan menyerang yang lain karena mengibarkan bendera Palestina di sekitar Bab al-Amoud (Gerbang Damaskus) pada Minggu malam. Polisi juga menahan dua orang lainnya dari kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds. Para tawanan diidentifikasi sebagai penghuni Kamp Pengungsi Jenin.
Di Distrik Betlehem, tentara menahan seorang lagi setelah menghentikannya di sebuah pos pemeriksaan terbang di kota Jannatah, sebelah timur kota. Tawanan itu diidentifikasi sebagai penduduk desa terdekat Dar Salah.
Pasukan Israel sering menyerang rumah-rumah Palestina hampir setiap hari di seluruh Tepi Barat dengan dalih untuk menemukan orang-orang Palestina yang “dicari”, memicu bentrokan dengan penduduk. Penggerebekan ini, yang juga terjadi di daerah-daerah di bawah kendali penuh Otoritas Palestina, dilakukan tanpa perlu surat perintah penggeledahan, kapan pun dan di mana pun militer memilih sesuai dengan kekuatan sewenang-wenangnya.
Sumber :
https://english.wafa.ps/Pages/Details/128224
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.








