Pasukan dan pemukim Israel melakukan 1.705 serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat selama Februari. Muayyed Shaaban, Kepala Komisi Perlawanan Tembok, mengatakan dalam sebuah laporan pada Senin (3/3) bahwa pasukan Israel bertanggung jawab langsung atas 1.475 serangan, sementara pemukim Israel melakukan 230 serangan. Mayoritas serangan ini terkonsentrasi di Nablus dengan 300 serangan, diikuti oleh Al-Khalil (Hebron) dengan 267 serangan, dan Ramallah dengan 263 serangan.
Shaaban menunjukkan bahwa serangan pemukim Israel paling sering terjadi di Nablus dan Al-Khalil, masing-masing menyaksikan 43 serangan, diikuti oleh Ramallah dengan 38 serangan, dan 25 serangan di Al-Quds (Yerusalem). Serangan-serangan ini termasuk 68 insiden vandalisme properti dan pencurian, yang memengaruhi wilayah besar tanah Palestina. Selain itu, Israel mencabut 642 pohon, termasuk 610 pohon zaitun, terutama di Hebron (292 pohon), Jenin (250 pohon), dan Al-Quds (100 pohon).
Laporan itu juga menyoroti penargetan sistematis komunitas Arab al-Mleihat di barat laut Ariha (Jericho), tempat penjajah membuka jalan yang mengelilingi daerah itu dan membakar masjid komunitas, dalam upaya memaksa pemindahan penduduk untuk ekspansi kolonial.
Selain itu, Israel juga melakukan 79 pembongkaran sepanjang Februari. Pembongkaran ini berdampak pada 156 bangunan, termasuk 109 rumah yang berpenghuni. Pembongkaran yang paling parah terjadi di Hebron, dengan 55 struktur hancur, diikuti oleh Jenin (26), Al-Quds(19), dan Salfit (15). Selain itu, Israel juga mengeluarkan 93 perintah pembongkaran, terutama di Nablus (25), Tulkarm (24), Hebron (13), dan Tubas (8).
Sumber: https://english.wafa.ps
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








