Kepala Komisi Penentangan Kolonisasi & Tembok (CWRC), Mu’ayyad Shaaban, menyatakan bahwa pendudukan Israel melakukan 1872 serangan selama Januari 2026.
Sha’ban dalam laporan bulanan Komisi, “Pelanggaran Negara Pendudukan Israel dan Penyerangan di Wilayah Palestina yang Diduduki”, menunjukkan bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan 1404 serangan, sementara para pemukim kolonial melakukan 468 serangan. Pelanggaran ini terkonsentrasi di wilayah Al-Khalil (Hebron), yang menyaksikan 415 serangan. Selanjutnya ada Ramallah dan Al-Bireh, yang menjadi sasaran 374 serangan, disusul Nablus dengan 328 serangan, dan 201 serangan tercatat di Al-Quds (Yerusalem).
Ia melaporkan bahwa serangan-serangan ini termasuk serangan bersenjata terhadap desa-desa Palestina, pemaksaan fakta di lapangan, eksekusi di tempat terbuka, dan vandalisme. Selain itu, ada juga laporan perataan lahan dengan buldoser, pencabutan pohon, penyitaan harta benda, dan pengadaan portal/penghalang yang membatasi akses antardaerah di dalam wilayah Palestina.
Shaaban menjelaskan bahwa serangan-serangan tersebut terjadi dalam berbagai cara, termasuk kekerasan fisik langsung, pencabutan pohon, dan pembakaran ladang. Israel juga mencegah akses petani ke lahan mereka, melakukan penyitaan harta benda, dan penghancuran rumah serta fasilitas pertanian. Ia juga mencatat bahwa serangan-serangan ini berlangsung bersamaan dengan tindakan pasukan pendudukan yang menutup sebagian besar wilayah Palestina dengan dalih “keamanan.” Bersamaan dengan itu, mereka memberikan perlindungan dan dukungan kepada pemukim untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka di daerah-daerah tersebut.
Pengusiran Paksa Warga Palestina Sepanjang Januari 2026
Shaaban lebih lanjut mencatat bahwa pemukim melakukan 349 tindakan vandalisme dan pencurian terhadap properti Palestina. Di bawah perlindungan tentara pendudukan Israel, serangan-serangan ini menyebabkan pencabutan tanaman, vandalisme, dan perusakan 1245 pohon zaitun. Distribusi kerusakan adalah sebagai berikut: 750 pohon di Al-Khalil (Hebron), 245 pohon di Ramallah & provinsi al Bireh, 250 pohon di Nablus. Selain itu, pendudukan Israel menghancurkan 151.000 bibit tembakau milik warga di Jenin.
Menurut Shaaban, fakta-fakta ini menegaskan kembali bahwa apa yang terjadi bukanlah serangkaian serangan terisolasi. Akan tetapi, ini merupakan tindakan sistematis pengusiran paksa melalui terorisme kolonial dan di bawah perlindungan langsung dari kekuatan pendudukan. Tindakan ini bertujuan untuk mengosongkan tanah dari penduduknya dan menghapuskan keberadaan warga Palestina di komunitas Badui.
Ia menambahkan bahwa pengusiran keluarga dan penghancuran harta benda, tanah, dan pepohonan merupakan kejahatan ganda terhadap kemanusiaan dan tanah air. Ini adalah bagian integral dari proyek aneksasi bertahap dan de facto yang Israel kelola melalui terorisme yang intensif. Tindakan ini masih terus berlanjut meskipun sifat kejahatan tersebut sudah jelas dan terus mendapat kecaman dari komunitas internasional.
Sumber: Wafa,The Palestine Chronicle








