Otoritas Israel di Al-Quds (Yerusalem) telah melarang seorang petugas senior Masjid Al-Aqsa untuk memasuki tempat suci itu. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa masjid itu kosong dan siap digunakan pemukim selama hari libur keagamaan. Kabar tersebut disampaikan pada Senin (12/9) oleh Wakil Direktur Jenderal Wakaf Al-Quds (Yerusalem), Sheikh Najeh Bakirat.
“Israel bekerja untuk mengosongkan Masjid Al-Aqsa dari tokoh agama dan petugas administrasinya,” kata Bakirat kepada Al-Resalah setelah dia diberi perintah militer pada hari Minggu lalu yang melarangnya memasuki Masjid Al-Aqsa selama enam bulan. Perintah tersebut merupakan yang ke-29 sejak 2003. “Ini adalah salah satu strategi rasis dan ekstrem yang diberlakukan Israel.”
Tidak heran jika Syekh Bakirat menolak perintah tersebut. “Kami akan tinggal di Masjid Al-Aqsa, dan kami akan terus melindungi gerbangnya. Ini bukan yang pertama dan saya harapkan tidak akan menjadi yang terakhir. Semua larangan yang dikeluarkan sebelumnya, semakin memperkuat hubungan saya dengan Masjid Al-Aqsa.”
Pada saat yang sama, Syekh Bakirat mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut diberlakukan untuk tujuan politik, terutama untuk Pemilihan Umum Israel pada November mendatang.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







