fbpx

Pantai, Pelarian Sementara Warga Gaza

Gaza – Blokade ketat dari Israel dan Mesir terhadap perbatasan Gaza membuat banyak warga akhirnya memilih pantai sebagai tempat ‘pelarian’ sementara mereka. Pantai pasir putih Beit Lahia, yang membentang dua kilometer di perbatasan Israel salah satunya.

Dilansir Aljazirah Selasa (23/6), pada awal musim panas dan akhir pekan, banyak warga Gaza datang ke pantai ini bersama keluarga mereka. Mereka berkerumun di bawah paung teduh atau bermain air. Beberapa lainnya memanfaatkan pantai sebagai tempat mendulang rezeki. Mereka menjual jagung manis dan ubi di gerobak kayu. Pantai tersebut kini memang menawarkan peluang bisnis langka bagi warga Gaza, untuk sedikit membantu memperbaiki perekonomian mereka pasca perang.

Menurut PBB, perang musim panas lalu menewaskan 2.139 warga Palestina termasuk lebih dari 500 anak-anak dan matoritas merupakan warga sipil. Sementara di pihak Israel 72 orang tewas mayoritas tentara. Hampir setahun pasca perang, operasi rekonstruksi Gaza tak pernah dimulai. Bantuan donor internasional pun hanya sampai seperempat dari jumlah yang dijanjikan. Tak satu pun dari 19 ribu rumah yang hancur selama perang dibangun kembali. Diperkirakan 17.500 keluarga tetap menjadi tunawisma.

Laporan Bank Dunia yang diterbitkan Mei 2014 lalu mengatakan, perang dikombinasikan tindakan keras Mesir terhadap Gaza, memangkas perekonomian Gaza hingga 460 dolar tahun lalu. Ini mendorong perekonomian yang sudah babak belur menuju ambang kehancuran. Pengangguran di Gaza merupakan yang tertinggi di dunia, mencapai 43 persen. Kementerian Perekonomian Nasional mengatakan, hampir 4.200 perusahan komersial terkena imbas perang.

Dari jumlah tersebut 1.255 di antaranya hancur dan lebih dari 90 persen merupakan toko-toko kecil.

Republika.co.id, (24/6/2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas