Palestina mengecam keputusan pemerintah Israel untuk mendirikan permukiman baru khusus Yahudi di Tepi Barat yang dijajah, lapor Anadolu Agency.
Politikus sayap kanan Israel Bezalel Smotrich mengatakan pada Rabu (14/8) pagi bahwa pemerintah telah menyetujui pembangunan permukiman Nahal Heletz di dekat Betlehem.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut langkah Israel ini sebagai bagian dari kebijakan kolonial ekspansionis Tel Aviv.
“Tindakan ini bertujuan untuk menghubungkan permukiman menjadi blok geografis yang masif. Pemukiman ini mencaplok sebagian besar tanah Palestina di Tepi Barat yang dijajah,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.
Kementerian juga mengutuk pembongkaran rumah dan bangunan Palestina yang terus berlanjut di Tepi Barat dengan alasan kurangnya izin.
“Praktik ini merupakan bentuk paling keras dari kolonialisme pemukim dan pembersihan etnis yang secara terang-terangan mengabaikan hukum internasional dan resolusi PBB,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal Gerakan Inisiatif Palestina, Mustafa Barghouti, juga mengecam pengumuman Smotrich dan menggambarkannya sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan untuk pengusiran dan agresi terhadap rakyat Palestina.
Dia menekankan bahwa langkah ini menentang hukum internasional dan putusan Pengadilan Internasional (ICJ), yang secara konsisten menolak legitimasi permukiman Israel di wilayah Palestina. Di bawah hukum internasional, semua permukiman Israel di Wilayah Pendudukan dianggap ilegal.
Baru-baru ini pula, pemimpin pemukim sayap kanan Israel, Daniella Weiss, mengadakan pertemuan di sebuah bukit yang menghadap Gaza untuk merancang rencana pembangunan permukiman ilegal baru di Jalur Gaza yang terkepung dalam waktu satu tahun.
Weiss kemudian mempresentasikan rencananya dalam sebuah acara berita Israel. Dalam acara tersebut, ia menjelaskan bahwa saat ini rencana permukiman baru tersebut sedang dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam opini penting pada 19 Juli, ICJ menyatakan bahwa pendudukan Israel atas tanah Palestina selama puluhan tahun adalah ilegal dan menyerukan evakuasi semua permukiman yang ada di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








