Palestina, pada hari Senin (18/7), meminta pemerintah AS agar menekan Israel untuk menghentikan rencana pembangunan permukiman baru di Tepi Barat. Presiden AS telah mengakhiri kunjungan perdananya ke kawasan Timur Tengah pekan lalu yang mencakup Israel, Tepi Barat, dan Arab Saudi.
“Segera setelah Biden mengakhiri kunjungannya ke wilayah tersebut, pemerintah Israel menyetujui rencana permukiman baru di berbagai bagian Tepi Barat,” Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, mengatakan pada pertemuan Kabinet.
“Israel telah mengumumkan rencana untuk merebut ratusan dunum tanah Palestina di distrik Betlehem dan Ramallah di Tepi Barat untuk membangun 30.000 unit perumahan permukiman baru,” katanya.
Kemudian Perdana Menteri Palestina meminta pemerintah AS untuk campur tangan untuk menghentikan skema Israel “yang akan merusak solusi dua negara”. “Israel harus segera menghentikan semua kegiatan permukiman, seperti yang tercantum dalam resolusi PBB. Hal itu untuk menjaga hak rakyat Palestina untuk mendirikan Negara merdeka mereka,” kata Shtayyeh.
Menurut LSM hak asasi manusia Israel, Peace Now, sekitar 666.000 pemukim tinggal di 145 permukiman dan 140 pos terdepan di Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem) Timur. Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur sebagai wilayah penjajahan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Israel adalah ilegal.
Sumber:
https://www.#/20220718-palestine-urges-us-pressure-on-israel-to-stop-fresh-settlement-plans/
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130086
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







