Seorang manajer regional dari badan amal Oxfam yang berbasis di Inggris menggambarkan situasi di Jalur Gaza sebagai “bencana nyata”. Ia memperingatkan bahwa seluruh wilayah Gaza kini sedang diserang dan “tidak ada tempat yang aman”.
Dalam sebuah wawancara dengan lembaga tersebut, Mustafa Tamaizeh, Manajer Program Keadilan Ekonomi di Oxfam, yang berbasis di Ramallah, menekankan bahwa situasi yang memburuk di Jalur Gaza telah menjadi “bencana nyata”. “Tidak ada satu meter persegi pun di Gaza yang aman. Semuanya sedang diserang,” katanya.
Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana Israel memutus semua layanan ke Gaza dan berdampak pada situasi di lapangan, Tamaizeh mengingatkan bahwa sebelum eskalasi dimulai, listrik di wilayah tersebut hanya menyala hingga 12 jam sehari, itu pun ketika persediaan sedang baik.
“Jadi bagaimana dengan situasinya sekarang? Saat ini tidak ada listrik di Gaza. Bayangkan bagaimana masyarakat hidup tanpa listrik. Bayangkan bagaimana rumah sakit bisa bekerja tanpa listrik,” katanya. Ia mengatakan ribuan orang yang terluka di Gaza datang ke rumah sakit yang kini kondisinya kehabisan listrik. Ini adalah hukuman kolektif bagi 2,2 juta warga Palestina di Gaza, Tamaizeh menambahkan.
Mengulangi seruan Oxfam untuk “segera mengakhiri” bencana di Jalur Gaza ini, ia mengatakan koridor kemanusiaan harus dibangun dalam jangka pendek. Namun, ia menyebutkan hal pertama yang harus segera diterapkan adalah “mengakhiri bencana ini”.
Tamaizeh mencatat bahwa komunitas internasional juga bertanggung jawab atas situasi ini dan harus menekan pemerintah Israel agar menghentikan “pembantaian” di Gaza sekarang. Tamaizeh mengatakan bahwa semua pekerjaan kemanusiaan di Gaza telah ditangguhkan sejak dimulainya eskalasi. Ia juga menambahkan bahwa LSM tidak dapat bekerja di sana jika terjadi serangan 24 jam.“ Runtuh, semuanya runtuh di sana, tidak ada yang bisa bekerja di bawah serangan itu kecuali ada gencatan senjata,” tambahnya.
Mengingatkan akan adanya pembunuhan kolektif terhadap warga sipil di Gaza, ia menunjukkan kurangnya obat-obatan, dan menambahkan bahwa orang-orang yang selamat dari serangan tersebut juga bisa meninggal karena kekurangan obat-obatan. “Rumah sakit kehabisan kebutuhan dasar untuk merawat orang lanjut usia atau kasus kronis, sementara ribuan orang setiap menitnya datang ke rumah sakit.” Menekankan perlunya tekanan terhadap pemerintah Israel, dia berkata: “Setiap menit, kami kehilangan orang-orang yang tidak bersalah tanpa alasan.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








